Surati Perbekel, Pemkab Larang Wisatawan Berenang di Pantai Diamond dan Klingking

Terkait beberapa kali kejadian kecelakaan terhadap wisatawan, saya ambil langkah tegas. Menutup aktivitas berenang di dua destinasi

Surati Perbekel, Pemkab Larang Wisatawan Berenang di Pantai Diamond dan Klingking
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Wisatawan berwisata di Destinasi Pantai Klingking di Nusa Penida beberapa waktu lalu. Pemkab keluarkan larangan aktivitas berenang di Pantai Diamond dan Klingking Nusa Penida. 

Selain itu, pihaknya juga akan mengecek beberapa jasa wahana dan agen pariwisata di Nusa Penida.

Becermin dari kejadian kecelakaan di Devil Tears Lembongan beberapa waktu lalu, ada agen yang dianggap mengabaikan keselamatan karena menawarkan jasa keliling Pulau Lembongan, dengan menggunakan speedboat kecil.

Pertama Kali Diadakan di Denpasar, Peserta Pelatihan Komik Strip Capai 150 Orang

Wagub Cok Ace Nilai Pasal 252 RKUHP Dapat Mengancam Pengobatan Alternatif di Bali

"Saya juga akan cek satu-satu pelaku pariwisata di Nusa Penida, kenapa ada pihak yang berani menawarkan tur wisatawan naik boat kecil keliling Lembongan? Belum tau kondisi perairan di Nusa Lembongan, tapi nekat dan ini membahayakan wisatawan. Ini harus ditelusuri," tegasnya.

Selain itu, ada beberapa wahana di sekitar Pantai Diamond yang juga menurutnya harus dicek izin, hingga keamanannya.

"Saya lihat ada wahana swig di sekitar Diamond Beach. Ini pun akan saya cek, apa sudah ada izinnya? Standar keamanannya bagaimana? Saya harap warga lokal, termasuk pelaku wisata mari bersama-sama jaga kenyamanan dan keamanan wisatawan. Serta jaga citra pariwisata Nusa Penida," tegasnya.

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta juga menanggapi perihal wacana moratorium pariwisata Nusa, oleh HPI (Himpunan Pramuwisata Indonsia) Bali.

Menurutnya itu bukan solusi, dan cara-cara yang tidak masuk akal dalam membenahi pelayanan pariwisata di Nusa Penida.

Dibanding Konsumsi Obat untuk Meredakan Stres, Coba Beralih ke 9 Makanan dan Minuman Ini

Paul Pogba Beli Anjing Penjaga Seharga Rp 263 Juta karena Dapat Ancaman dari Suporter MU

"Yang mengeluarkan wacana itu, apa tidak memperhatikan berapa warga yang tergantung dengan pariwisata di Nusa Penida. Kalau ditutup bagainana hotel, restauran, dan investasi di sana? Industri pariwisata pasti lumpuh," jelas Suwirta.

Ketika ditanya apakah kemungkinan adanya kecurigaan persaingan pariwisata dari wacana moratorium tersebut? Suwirta meragukan hal tersebut.

"Saya rasa tidak sejauh itu. Bagaimanapun, jangan jadikan Nusa Penida ini ancaman bagi tempat pariwisata lain. Tapi jadikan Nusa Penida, pendukung pariwisata yang lainnya di Bali. Sekarang yang penting, bagaimana kita semua membari rasa aman dan nyaman bagi wisatawan yang berkunjung ke Nusa Penida, " ungkap Suwirta. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved