Desa di Bali Lebih Maju Dibanding Daerah Lain, Dirjen PDT: Pariwisata Gerakkan Potensi Desa

Dirjen PDT menilai keberadaan desa-desa di Bali sudah jauh lebih maju jika dibandingkan dengan di daerah lainnya

Desa di Bali Lebih Maju Dibanding Daerah Lain, Dirjen PDT: Pariwisata Gerakkan Potensi Desa
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Suasana Desa Wisata Penglipuran, Minggu (11/11/2018). Desa di Bali Lebih Maju Dibanding Daerah Lain, Dirjen PDT: Pariwisata Gerakkan Potensi Desa 

Desa di Bali Lebih Maju Dibanding Daerah Lain, Dirjen PDT: Pariwisata Gerakkan Potensi Desa

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Dirjen PDT) Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDT) RI Samsul Widodo menilai keberadaan desa-desa di Bali sudah jauh lebih maju jika dibandingkan dengan di daerah lainnya.

"Desa-desa di Bali sudah cukup maju, kita atau masyarakat sendiri sudah cukup beruntung karena pariwisata Bali menggerakkan begitu besar potensi yang ada di desa," kata Samsul saat ditemui awak media usai Seminar Inovasi Unud Bangun Desa 2019 di Denpasar, Rabu (25/9/2019).

Karena sebagian sudah menikmati hasil kue pariwisata, kata Samsul, sekarang desa-desa di Bali tinggal bagaimana dapat terlibat dalam pembangunan.

Menurutnya perlu dikaitkan mengenai BUMDes yang ada di desa dapat mengelola kegiatan pariwisata, sehingga tidak lagi kesulitan dalam membuat jenis usaha.

Samsul berharap kepala desa yang masih belum begitu bagus dalam pemanfaatan dana desa bisa mempunyai referensi yang lebih baik.

"Dan saya rasa Bali sudah cukup maju desa-desanya, (perlu) konsisten untuk terus ditingkatkan," tegasnya.

Samsul mengatakan, jika dilihat secara teori, keberadaan dana desa saja belum cukup untuk pembangunan desa.

Maka dari itu diperlukan peran dari semua pihak, seperti universitas yang dapat melakukan pendampingan, memberi pencerahan mengenai inovasi-inovasi desa.

Berbagai inovasi tersebut, kata dia, baik itu dalam bidang usaha agar para pengusaha mau menampung produk desa, menyalurkan peran pemerintah pusat yang selama ini sudah terlibat dalam pembangunan desa.

Selain perguruan tinggi, tentu saja tidak lupa peran dari para kepala desa, camat dan pemerintah daerah bisa terlibat.

"Memang tantangannya semakin banyak orang semakin sulit koordinasi, tapi ini realitas yang harus dihadapi. Saya pikir kalau kita punya semangat yang sama dalam pembangunan desa tentunya koordinasi dapat lebih mudah dilakukan," jelasnya.

(*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved