Dewan Sebut Bahan Ornamen Pasar Badung Langgar Perwali & Perda, Pertanyakan Pengembalian Ganti Rugi

Di balik kemegahannya, ternyata ada indikasi pelanggaran Perwali dan Perda tentang bangunan gedung Pasar Badung

Dewan Sebut Bahan Ornamen Pasar Badung Langgar Perwali & Perda, Pertanyakan Pengembalian Ganti Rugi
Tribun Bali/I Putu Supartika
Tampak depan Pasar Badung. Dewan Sebut Bahan Ornamen Pasar Badung Langgar Perwali & Perda, Pertanyakan Pengembalian Ganti Rugi 

Dewan Sebut Bahan Ornamen Pasar Badung Langgar Perwali & Perda, Pertanyakan Pengembalian Ganti Rugi

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pasar Badung digadang-gadang sebagai pasar tradisional termegah di Bali dan diresmikan oleh Predisen RI, Joko Widodo.

Ornamennya pun menggunakan gaya atau style Bali dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas serasa mal.

Namun di balik kemegahannya, ternyata ada indikasi pelanggaran Perwali dan Perda tentang bangunan gedung.

Pelanggaran ini terletak pada ornamen gaya Bali, dimana tak menggunakan material lokal melainkan menggunakan fiberglass.

Hal tersebut dilontarkan anggota Komisi III DPRD Kota Denpasar, AA Susruta Ngurah Putra dalam hearing dengan tiga OPD yakni Dinas PUPR, Diskominfo dan Dinas Perhubungan, Rabu (25/9/2019) siang.

"Terkait pembangunan Pasar Badung, dari tender pada waktu itu ornamennya kan style Bali, tentu menggunakan pedoman Perwali maupun Perda bangunan gedung, dan ada pasalnya materialnya harus menggunakan material lokal. Tendernya pasti itu tidak mungkin tender lain sesuai Perda dan Perwali. Faktanya itu pakai fiber, bagaimana pengawasannya," kata Susruta lantang.

Sehingga dalam tender itu pasti tidak mungkin menggunakan selain bahan alam.

Susruta juga mempertanyakan tentang pengawasan dari TP4D yang dibentuk dalam pembangunan pasar ini.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved