PDRB Bali Rp 54 Juta, BPS Sebut Tak Menggambarkan Kemakmuran

Dengan proyeksi jumlah penduduk Bali sebesar 4,29 juta jiwa, maka PDRB per kapita di Bali mencapai Rp 54,62 juta

PDRB Bali Rp 54 Juta, BPS Sebut Tak Menggambarkan Kemakmuran
Tribun Bali/Wema Satyadinata
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Adi Nugroho. PDRB Bali Rp 54 Juta, BPS Sebut Tak Menggambarkan Kemakmuran 

PDRB Bali Rp 54 Juta, BPS Sebut Tak Menggambarkan Kemakmuran

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Perekonomian Bali yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (adhb) tercatat Rp 234,43 triliun, sementara PDRB atas dasar harga konstan (adhk) tercatat Rp 154,15 triliun. 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Adi Nugroho mengungkapkan, dengan proyeksi jumlah penduduk Bali sebesar 4,29  juta jiwa, maka PDRB per kapita di Bali mencapai Rp 54,62 juta.

Ia menjelaskan, PDRB dihitung melalui pengukuran produktivitas atau nilai tambah semua aktivitas ekonomi.

Ada yang jualan tipat diukur nilai tambahnya, ada yang jualan kamar hotel diukur nilai tambah yang dihasilkan, sampai yang mempunyai pabrik diukur nilai tambahnya.

Selanjutnya, akumulasi dari pengukuran semua nilai tambah aktivitas ekonomi itulah yang disebut PDRB.

Namun, dalam pengukuran itu ditemukan ketidakmerataan.

Yang punya pabrik pasti besar nilai tambahnya dibandingkan mereka yang menjual tipat.

Seluruh akumulasi nilai tambah aktivitas ekonomi itu kalau dibagi dengan jumlah penduduk, namanya PDRB per kapita.

Penduduk yang digunakan membagi itu, baik penduduk yang sehari-harinya produktif dan mempunyai penghasilan, maupun mereka yang termasuk anak-anak.

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved