Sampah Terancam Tak Diangkut, Anggaran Pengelolaan Dipangkas Rp 700 Juta

Sampah di sekitar Kota Amlapura terancam tidak diangkut lantaran biaya operasional di bidang pengelolaan sampah dipangkas ratusaan juta rupiah

Sampah Terancam Tak Diangkut, Anggaran Pengelolaan Dipangkas Rp 700 Juta
Ilustrasi/pixabay.com
Ilustrasi timbunan sampah plastik - Sampah Terancam Tak Diangkut, Anggaran Pengelolaan Dipangkas Rp 700 Juta 

Sampah Terancam Tak Diangkut, Anggaran Pengelolaan Dipangkas Rp 700 Juta

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Sampah di sekitar Kota Amlapura terancam tidak diangkut lantaran biaya operasional di bidang pengelolaan sampah di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karangasem dipangkas ratusaan juta rupiah.

Meliputi biaya bahan bakar untuk angkut sampah dan servis armada pengangkut.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3, Serta Peningkatan Kapasitas, DLH Karangasem, Wayan Sandi menjelaskan, biaya operasional dipangkas setelah ada rasionalisasi anggaran APBD Perubahan 2019.

Pemangkasannya cukup besar, sekitar Rp 700 juta untuk bidang pengelolaan sampah setiap hari.

"Untuk anggaran pengelolaan sampah di Induk 2019 direncanakan Rp 8,4 miliar. Meliputi kebutuhan dasar seperti BBM pengangkut sampah, serta servis kendaraan Rp 2,2 miliar. Sisanya gaji untuk 517 pegawai kebersihan tersebar di Kecamatan Karangasem, Besakih dan Lempuyang," kata Sandi, Selasa (24/9/2019).

Ditambahkan, untuk bidang pengelolaan sampah dipangkas dari Rp 8,4 miliar menjadi Rp 7,7 miliar.

Akibatnya, pengangkutan sampah untuk November dan Desember terancam tak bisa dilakukan.

Pihaknya heran dengan keputusaan tim anggaran pemerintah daerah yang memangkas kebutuhan dasar Dinas LH.

Seharusnya, kata Wayan Sandi, anggaran di bidang pengelolaan sampah ditambah, bukan malah dikurangi.

Halaman
12
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved