Benyamin Seran: Made Sudiani Tak Pernah Menduga Princess House Childcare Jadi Tempat Ajal ENA

Benyamin Seran: Made Sudiani Tak Pernah Menduga Princess House Childcare Jadi Tempat Ajal ENA

Benyamin Seran: Made Sudiani Tak Pernah Menduga Princess House Childcare Jadi Tempat Ajal ENA
Tribun Bali/Putu Candra
Terdakwa Ni Made Sudiani Putri dan Tina. 

TRIBUN-BALI.COM- Terdakwa Ni Made Sudiani Putri tidak pernah menduga sebelumnya bahwa Tempat Penitipan Anak Princess House Childcare yang telah dipercaya oleh orang tua ENA selama ini sebagai tempat yang aman bagi buah hatinya, justru menjadi tempat dimana ajal datang menjemput bagi ENA

Demikian ungkapan Kuasa Hukum Made Sudiani, Benyamin Seran usai sidang kasus tersebut, Kamis (26/9/2019).

Ia mengungkapkan, kliennya juga merasakan duka yang mendalam atas meninggalnya ENA akibat kelalaian dari Terdakwa Listiani als. Tina yang baru 7 bulan bekerja sebagai Pengasuh di Tempat Penitipan Anak Princess House Childcare.

Benyamin mengatakan, terdakwa Tina juga tidak pernah menyangka bahwa akibat kelalaiannya telah merenggut nyawa bayi ENA yang tidak berdosa.

Dikatakannya, kliennya tidak berada di lokasi kejadian pada saat kejadian memiluhkan itu terjadi. ENA diketahui meninggal karena terhalangnya jalan napas dan penyakit infeksi paru akut yang mengakibatkan korban sulit bernafas sehingga menimbulkan kematian lemas; (vide, Visum et repertum).

"Semua rangkaian perbuatan mulai dari membedong, menidurkan, memberikan susu, membungkukkan badan korban dan menengkurapkan seluruhnya dilakukan oleh terdakwa tina. Sementara pada saat semua rangkaian tindakan itu terjadi, terdakwa Ni Made Sudiani Putri sedang berada di tempat lain dan tidak mengetahuinya," ungkap Benyamin.

Ia mengatakan, karena kliennya tidak berada di lokasi kejadian ketika peristiwa itu terjadi, maka kliennya tidak boleh dituntut sebagai pelaku yang melakukan delik pidana 359 KUHP.

"Bahwa unsur yang paling subsansial yang harus terpenuhi agar seseorang dapat dihukum pidana melanggar Pasal 359 KUHP adalah adanya “kelalaian / kealpaan” dari diri terdakwa dan kelalaian itu haruslah merupakan penyebab langsung timbulnya akibat, in casu matinya korban. Sementara fakta yang terungkap di persidangan ternyata terdakwa Ni Made Sudiani Putri sendiri sedang berada di tempat lain dan tidak mengetahui ketika korban bayi ENA diperlakukan salah oleh terdakwa Tina," beber pengacara muda ini.

Ia menegaskan, hal yang disampaikannya bukan bentuk kliennya untuk menghindari dari tanggung jawab. Namun, dirinya hanya mengemukakan fakta sebenarnya yang terjadi saat kejadian memilukan itu.

"Kami berharap hakim dapat mempertimbangkan dan memberikan keputusan yang adil bagi keluarga bayi ENA maupun kliennya kami," ujar Benyamin.(*)

Penulis: Uploader bali
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved