Dari Kain Songket hingga Fotografi, Bupati Suwirta Ingin Produk Industri Kreatif Tercatat di Bekraf

Di tengah serbuan produk luar yang menekan produk lokal Klungkung, Bupati Suwirta ingin semua potensi industri kreatif di Klungkung bisa tercatat

Dari Kain Songket hingga Fotografi, Bupati Suwirta Ingin Produk Industri Kreatif Tercatat di Bekraf
Humas Pemkab Klungkung
Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta melakukan pertemuan dengan Direktur Fasilitasi Infrastruktur Fisik, Deputi Infrastruktur, Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Indonesia, Selliane Halia Ishak di Jakarta, Kamis (26/9/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta melakukan pertemuan dengan Direktur Fasilitasi Infrastruktur Fisik, Deputi Infrastruktur, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia, Selliane Halia Ishak di Jakarta, Kamis (26/9/2019).

Dalam pertemuan itu, Bupati Suwirta mengenalkan beragam produk UMKM di Kabupaten Klungkung yang perlu mendapat perhatian dari pusat.

Di tengah serbuan produk luar yang menekan produk lokal Klungkung, Bupati Suwirta ingin semua potensi industri kreatif di Klungkung bisa tercatat untuk melindungi produk industri kreatif tersebut.

RKUHP Rugikan Pariwisata Bali, Pusat Unggulan Pariwisata Unud Setujui Langkah Pemprov Bali

Shesar Hiren Tundukkan Pemain China Lu Guang Zu dan Lolos ke Perempat Final Korea Open

Selain produk UMKM atau subsektor desain produk, seperti kain Songket Klungkung, Endek Klungkung, kain Rangrang Nusa Penida, Cepuk Nusa Penida, Gong Tihingan dan Lukisan Klasik Kamasan, subsektor lainnya seperti komunitas film, fotografi, musik, desain produk, seni rupa, seni pertunjukan dan lainnya siap dibina oleh BEKRAF.

Pemkab akan mengundang Deputi terkait, yang didahului dengan melakukan kesepakatan bersama.

"Kami berharap support dan bisa membantu melindungi dan mempromosikan produk industri kreatif Klungkung," ujar Bupati Suwirta dihadapan Direktur Fasilitasi Infrastruktur Fisik Bekraf, Selliane Halia Ishak.

Menurut Bupati, Pemkab terlebih dulu akan mengumpulkan semua komunikasi sesuai dengan subsektor tersebut sehingga nantinya lebih mudah dalam melakukan pembinaan dari Bekraf.

146 Ribu Kamar Hotel Di Bali Kini Dirasa Over Supply, Pemprov Bali Akan Moratorium Pembangunan Hotel

Polisi Klarifikasi : Batu dan Bensin di Ambulans DKI Milik Demonstran yang Berlindung

Direktur Fasilitasi Infrastruktur Fisik, Deputi Infrastruktur Bekraf, Selliane Halia Ishak menanyakan tentang potensi apa yang paling unggul di Kabupaten Klungkung.

Pemkab diminta bersurat ke BEKRAF, menyampaikan potensi unggul dari 16 subsektor yang ada, seperti desain produk, film, fotografi, musik, seni pertunjukan, seni rupa dan lainnya.

BEKRAF akan menindaklanjuti dengan melakukan verifikasi dan melakukan kunjungan ke lapangan.

"Pemerintah daerah silakan bersurat, mengajukan usulan, setelah itu baru kami verifikasi," ujar Selliane Ishak.

Kasus Kekerasan Pada Wartawan Terus Terulang, Dewan Pers Didesak Aktifkan Pedoman Penanganan

Untuk produk UMKM atau motif-motif kreatif itu juga bisa didaftarkan sebagai indikasi geografis untuk melindungi produk kreatif tersebut. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved