Disbud Manfaatkan Balai Budaya dalam HUT Mangupura Mendatang

Seluruh kegiatan seni serangkaian HUT Mangupura akan dipusatkan di Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala.

Disbud Manfaatkan Balai Budaya dalam HUT Mangupura Mendatang
Tribun Bali/Agus Aryanta
Kondisi gedung Balai Budaya Kabupaten Badung, belum lama ini. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Badung, mulai merancang seluruh kegiatan seni serangkaian HUT Mangupura yang akan dipusatkan di Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala pada Oktober mendatang.

Kadisbud Badung, IB Bhasma, mengatakan pihaknya akan memanfaatkan seluruh fasilitas gedung yang ada guna memeriahkan perayaan hari jadi tersebut. Sehingga kata dia masyarakat Badung tau bagaimana isi didalam gedung yang megah itu

“Kami sudah merancang perayaan HUT Mangupura. Nanti semuanya dipusatkan di balai budaya. Kalau dulu kan harus membuat panggung, sekarang kami manfaatkan gedung balai budaya,” ujar IB Bhasma, Rabu (25/9/2019) kemarin.

Selain Gedung Balai Budaya, pihaknya mengaku  juga akan memanfaatkan panggung terbuka untuk pagelaran baleganjur.

Sedangkan, gedung yang didesain mampu menampung 2.500 penonton hanya dimanfaatkan untuk pagelaran seni yang bersifat massal, seperti konser hiburan rakyat.

“Kalau pagelaran baleganjur akan dilakukan di panggung terbuka yang ada di sebelah Gedung Bali Budaya. Jadi hanya sejumlah pertunjukan saja yang akan digelar di gedung tertutup itu,” ungkapnya

Disinggung apakah Disbud Badung akan terlibat dalam pengelolaan Balai Budaya Giri Nata Mandala itu, birokrat asal Desa Taman ini mengatakan menunggu petunjuk Bupati Badung.

“Itu (pengelolaan–red) tergantung petunjuk pimpinan, belum ada instruksi lebih lanjut,” ucapnya.

Sebelumnya, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta berencana membentuk badan pengelola untuk mengoprasikan gedung yang menelan anggaran ratusan miliar tersebut.

“Badan pengelola sudah siap, karena kami sudah siap dengan sumber daya manusia (SDM),” tegasnya.

Seperti diketahui, Balai Budaya Giri Nata Mandala dilengkapi dengan peralatan modern berupa sound system atau tata suara, lighting atau tata cahaya, led screen outdoor dan back ground led screen indoor, setra lift panggung.

Balai Budaya ini dibangun di atas lahan 18.441 meter persegi dengan kapasitas 2.500 orang untuk indoor. Balai budaya juga memiliki fasilitas open stage dengan kapasitas 10.000 orang.

Tak hanya itu, balai budaya juga dilengkapi dengan fasilitas ruang transit VIP, ruang persiapan artis umum dan VIP, kafetaria, ruang eksibisi atau pameran, klinik kesehatan dan laktasi, mushola, smoking room di setiap lantai, 8 toilet laki-laki dengan 16 closet 24 urinoar, 8 toilet wanita dengan 36 closet, 4 toilet difabel, satu lift orang bagi tamu VIP dan difabel serta 2 lift barang, ruang manajemen gedung serta ruang rapat umum dan VIP.

Selain itu, Daya listrik PLN yang tersedia 315 KVA digunakan untuk listrik operasional gedung dan genset 2.000 KVA digunakan saat pertunjukan berlangsung.

Fasilitas lainnya, parkir VIP dan artis di basemen dengan kapasitas 4 truk, 33 mobil dan 150 sepeda motor serta fasilitas parker pengunjung di sekitar gedung dengan kapasitas 362 kendaraan. (*)

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved