Pecalang Tak Akan Berseberangan Dengan Aparat Soal Penanganan Demonstrasi Mahasiswa

Pecalang merupakan bagian dari keamanan adat yang identik dan tidak bertentangan dengan aparat keamanan negara

Pecalang Tak Akan Berseberangan Dengan Aparat Soal Penanganan Demonstrasi Mahasiswa
Tribun Bali/Wema Satyadinata
Manggala Agung Pesikian Pecalang Provinsi Bali, Made Mudra. Pecalang Tak Akan Berseberangan Dengan Aparat Soal Penanganan Demonstrasi Mahasiswa 

Pecalang Tak Akan Berseberangan Dengan Aparat Soal Penanganan Demonstrasi Mahasiswa

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Manggala Agung Pesikian Pecalang Provinsi Bali, Made Mudra mendukung demonstrasi yang dilakukan mahasiswa di Bali untuk menyuarakan aspirasinya mengenai RUU (Rancangan Undang-Undang) bermasalah yang dibahas di DPR RI.

Walaupun tidak terlibat dalam demo secara langsung, Mudra mengimbau mahasiswa agar melakukannya dengan cara-cara yang tidak anarkis.

“Kalau itu (cara anarkis) dilakukan, kami dari unsur adat tidak mendukung,” tegas Mudra saat ditemui di Denpasar, Selasa (25/9/2019).

Lebih lanjut ia menyampaikan, pecalang merupakan bagian dari keamanan adat yang identik dan tidak bertentangan dengan aparat keamanan negara.

“Kita akan selalu berkoordinasi. Artinya kita tidak mau berseberangan dengan polisi atau TNI terkait penanganan mahasiswa yang berdemo,” ujarnya.

Adapun jumlah pecalang di Bali saat ini sekitar 45 ribu orang.

Pesikian Pecalang Bali menyatakan menolak RKUHP terutama pada pasal-pasal yang berkaitan dengan pariwisata yang berpotensi merugikan Bali.

Mudra juga melihat ada berita-berita dari media luar negeri, yang menyampaikan wisatawan asing sudah ada yang menunda kedatangannya ke Bali, padahal RUU ini belum disahkan.

Maka dari itu, pihaknya sepakat RKUHP ini harus dikaji ulang.

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved