Pemandu Wisata & Petugas Rawan "Main Mata", Wayan Baru Soroti Potensi Kebocoran Retribusi Wisman

Dalam pelaksanaan penarikan retribusi wisatawan di Nusa Penida ada potensi kebocoran retribusi

Pemandu Wisata & Petugas Rawan
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Petugas melakukan penarikan retibusi kepada WNA di Nusa Penida, belum lama ini. Wakil Ketua DPRD Klungkung I Wayan Baru, soroti potensi kebocoran retribusi Wisman di Nusa Penida. Pemandu Wisata & Petugas Rawan "Main Mata", Wayan Baru Soroti Potensi Kebocoran Retribusi Wisman 

Pemandu Wisata & Petugas Rawan "Main Mata", Wayan Baru Soroti Potensi Kebocoran Retribusi Wisman

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Penarikan retribusi kepada setiap wisatawan asing, saat menginjakkan kaki ke Nusa Penida telah diterapkan selama 2 bulan.

Dalam pelaksanaannya, Wakil Ketua DPRD Klungkung I Wayan Baru melihat adanya potensi kebocoran retribusi.

Penyebabnya, menurutnya sistem pungutan masih dilakukan secara manual.

"Kebocoran terjadi karena dampak dari pungutan retribusi masih dilakukan manual. Saya mengajak semua pihak secara bersama-sama melakukan pengawasan," ungkap Wayan Baru, Rabu (25/9/2019).

Ia pun beberapa kali mengamati beberapa kali peristiwa kebocoran retribusi.

Semisal petugas loket yang ditugaskan memungut retribusi, pulang sekitar pukul 14.30 Wita.

Padahal masih ada boat yang mengantar wisatawan hingga pukul 18.00 Wita.

Belum lagi ada pemandu wisata atau sopir yang "main mata" dengan petugas loket.

Terkadang mereka membawa wisatawan 6 orang, namun dilaporakan agar ditarik retribusi hanya 3 orang.

Halaman
12
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved