Sejarah 22 Tahun Lalu: Sebanyak 234 Orang Tewas Ketika Pesawat Garuda Jatuh di Deli Serdang

Seluruh penumpang yang terdiri dari 222 penumpang dan 12 awak pesawat meninggal akibat kecelakaan itu.

Sejarah 22 Tahun Lalu: Sebanyak 234 Orang Tewas Ketika Pesawat Garuda Jatuh di Deli Serdang
ilustrasi
Pesawat Garuda Indonesia 

Sejarah 22 Tahun Lalu: Sebanyak 234 Orang Tewas Ketika Pesawat Garuda Indonesia Jatuh di Deli Serdang

TRIBUN-BALI.COM- Hari ini 22 tahun yang lalu, pesawat Garuda Indonesia jenis Airbus A300-B4 dengan nomor penerbangan GA 152 jatuh terbakar di Desa Buah Nabar, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara sekitar pukul 13.18 WIB.

Harian Kompas, 27 September 1997 memberitakan, seluruh penumpang yang terdiri dari 222 penumpang dan 12 awak pesawat meninggal akibat kecelakaan itu.

Direktur Utama Garuda Soepandi dalam keterangan persnya menyebutkan, pesawat yang dipiloti Capt. Rachmo Wiyogo (40) meninggalkan Bandara Cengkareng pada pukul 11.30 WIB. Pesawat dengan nomor penerbangan GA 152 tersebut dijadwalkan akan tiba di Bandara Polonia, Medan pukul 13.58 WIB.

Namun, sekitar 30 kilometer dari Bandara Polonia, pesawat tersebut jatuh di tanah datar dan perbukitan, di dekat perkampungan. Tidak sedikit pun bagian pesawat yang masih utuh. Semuanya hancur berkeping-keping dan hangus terbakar.

Seluruh isi pesawat bercampur aduk dengan potongan tubuh manusia. Bagi Garuda, kecelakaan jenis A300-B4 merupakan yang pertama kalinya. Kecelakaan ini juga menjadi kecelakaan pesawat terburuk di Tanah Air, setidaknya dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.

BREAKING NEWS: Majelis Hakim Tolak Eksepsi Ketut Sudikerta, Saya Akan Buktikan dalam Persidangan

Ramalan Zodiak Cinta Kamis 26 September 2019 : Libra Siap Menikah, Scorpio Dalam Pergolakan Cinta

Warga Penduduk Desa Buah Nabar, Sarin br Bukit (42) mengaku terkejut dengan kejadian tersebut.

"Mula-mula saya mendengar suara pesawat, rasanya dekat sekali sampai hampir memekakkan telinga. Tapi saya tidak melihat di mana pesawatnya," kata Sarin.

"Ketika keluar dari gubuk di ladang, tiba-tiba saya terkejut dengan suara ledakan dan terlihat moncong pesawat besar sekali mengarah kepada saya. Saking takutnya, saya menjerit minta tolong dan berlari sekuat-kuatnya," lanjutnya.

Menurut Sarin, ia mendengar lagi suara ledakan keras berulang-berulang yang tidak dapat dihitungnya berapa kali.

Halaman
12
Editor: DionDBPutra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved