Sengketa Tanah Desa Pekutatan Berakhir Damai

Persoalan somasi yang dilayangkan Adi Wijaya melalui kuasa hukumnya, I Gusti Ngurah Komang Karyadi, akhirnya berakhir damai

Sengketa Tanah Desa Pekutatan Berakhir Damai
Dokumen
MEDIASI - Suasana mediasi antara warga dan desa adat/pakraman Pekutatan, Jembrana, Bali, Rabu (25/9/2019). Sengketa Tanah Desa Pekutatan Berakhir Damai 

Sengketa Tanah Desa Pekutatan Berakhir Damai

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Persoalan somasi yang dilayangkan Adi Wijaya melalui kuasa hukumnya, I Gusti Ngurah Komang Karyadi, akhirnya berakhir damai, Rabu (25/9/2019).

Dalam mediasi yang digelar dan dipimpin Camat Pekutatan, I Wayan Yudana yang dihadiri prajuru Desa Adat Pekutatan dan pihak warga, akhirnya disepakati untuk damai, tanpa harus menempuh jalur hukum.

Mediasi juga dihadiri Kapolsek Pekutatan Kompol Gusti Agung Sukasana dan Danramil Kapten I Nyoman Andika.

Bendesa Adat Pekutatan, I Made Ariasa mengatakan, pihak Desa Adat memastikan tetap akan mengizinkan warga yang tinggal di TPS tetap berada di sana.

Sama halnya dengan warga lain yang tinggal di dalam sertifikat atas nama Desa Pakraman Pekutatan.

Bahkan, Desa Pakraman akan membuatkan awig-awig menyangkut keberadaan warga.

Menurut dia, keberadaan tanah untuk TPS juga merupakan program pemerintah untuk mengatasi sampah.

Pembangunan ini juga sudah sejak awal dibahas melalui musyawarah desa dan akhirnya baru dapat dibangun tahun ini.

"Pasti akan kami sikapi terkait dengan adanya persoalan bau atau hal lainnya. Pada dasarnya semua yang tinggal di tanah Desa Pakraman ialah warga sendiri. Kami akan mengayomi," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved