Unjuk Rasa Justru Ditonton Wisatawan, Prof. Pitana Sebut Aksi Demonstrasi Tak Pengaruhi Pariwisata

Di kantor saya, di jembatan Sapta Pesona, ada jembatan penyebrangan. Kita biasanya nonton dengan bule saat pengunjuk rasa itu berorasi

Unjuk Rasa Justru Ditonton Wisatawan, Prof. Pitana Sebut Aksi Demonstrasi Tak Pengaruhi Pariwisata
Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Tenaga Ahli Menteri Pariwisata bidang pemasaran dan kerja sama, Prof. I Gede Pitana 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR–Tenaga Ahli Menteri Pariwisata bidang pemasaran dan kerja sama, Prof. I Gede Pitana mengatakan adanya aksi demonstrasi mahasiswa, di beberapa kota besar di Indonesia, sementara belum ada pengaruhnya, utamanya bagi pariwisata Bali.

“Syukurnya Bali sudah dikenal dunia. Sehingga wisatawan tidak takut. Orang lebih mengenal Bali daripada Indonesia, sementara Bali tidak terpengaruh,” kata Prof. Pitana saat menghadiri acara ‘The Third Bali International Tourism Conference’ di Universitas Udayana Denpasar, Kamis (26/9/2019).

Lebih lanjut dijelaskannya, Indonesia terkenal sebagai negara demokrasi terbesar di Asia setelah India.

Kematangan demokrasi Indonesia dibuktikan sejak Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden secara langsung tahun 2004, yang mana tidak sampai terjadi kerusuhan.

Wawan Hendrawan Dipanggil Simon McMenemy, Jadi Pelapis Andritany?

Lewati Masa Kritis, Bali United Harus Jaga Margin 10 Poin

Kemudian berlanjut pada Pemilu tahun 2009, 2014 dan 2019 yang juga tidak ada.

Selama ini juga juga banyak terjadi demonstrasi. Dari sisi positifnya, kata dia,  demonstrasi itu merupakan salah satu cara mengekspresikan aspirasi yang justru ditonton oleh para wisatawan.

“Di kantor saya, di jembatan Sapta Pesona, ada jembatan penyebrangan. Kita biasanya nonton dengan bule saat pengunjuk rasa itu berorasi,” ujarnya.

Di tempat terpisah, GM Krisna Oleh-Oleh Sunset Road, Ayu Saraswati menyampaikan terkait maraknya aksi demonstrasi belakangan ini, sementara belum ada pengaruhnya.

Arak ade dan Petulangan Hingga ke Laut, Tradisi Unik Ngaben di Pesisir Nusa Penida

Kolaborasi dengan Kemenpar, Grab Rangkul Pengemudi Bajaj di Kota Tua Jakarta Jadi Mitra Grab

Menurut Ayu, pengaruh dari peristiwa-peristiwa tersebut tergolong kecil, sebab market dari toko oleh-oleh Krisna adalah wisatawan domestik.

“Kalau market-nya Wisman pasti ada pengaruhnya. Tapi karena Krisna market-nya domestik. Tamu-tamu kita 95 persen domestik, sedangkan asingnya hanya lima persen sehingga belum kelihatan dampaknya,” kata Ayu.

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved