Kebakaran Toko Plastik dan PCP Express di Sesetan, 5 Mobil Damkar Denpasar dan Badung Dikerahkan

Nasib kurang beruntung sedang dialami Wayan Jagra, mengalami musibah kebakaran yang menimpa dua bangunan miliknya

Kebakaran Toko Plastik dan PCP Express di Sesetan, 5 Mobil Damkar Denpasar dan Badung Dikerahkan
Dok BPBD Kota Denpasar
BPBD Kota Denpasar saat menangani kebakaran toko plastik dan jasa pengiriman di Banjar Pegok, Jalan Raya Sesetan, Denpasar, Bali, Sabtu (28/9/2019). Kebakaran Toko Plastik dan PCP Express di Sesetan, 5 Mobil Damkar Denpasar dan Badung Dikerahkan 

Kebakaran Toko Plastik dan PCP Express di Sesetan, 5 Mobil Damkar Denpasar dan Badung Dikerahkan

Laporan Wartawan Tribun Bali, M. Firdian Sani

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Nasib kurang beruntung sedang dialami Wayan Jagra, warga Banjar Pegok, Denpasar, Bali, yang baru saja mengalami musibah kebakaran yang menimpa dua bangunan miliknya, di Jalan Raya Sesetan, Denpasar, Bali, Sabtu (28/9/2019).

Ia menyewakan dua bangunannya ke pengusaha plastik dan jasa pengiriman barang, PCP Exspress.

Ia mengaku mengalami kerugian sebanyak Rp 100 juta.

"Kalau kerugiannya karena ini bangunan lama, kan dulu gak semahal sekarang kalau mau bangun, ini bangunan dari tahun 2004. Ya sekitar Rp 100 juta lah. Kalau sekarang kan beda," katanya.

Seperti diketahui, peristiwa kebakaran terjadi di toko plastik dan jasa pengiriman Jalan Sesetan, Denpasar, Bali.

Dalam penanganan kebakaran ini, BPBD Denpasar tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 6.30 Wita. 

BPBD Denpasar mengerahkan 4 mobil damkar dibantu 1 unit damkar Badung.

Kepala BPBD Kota Denpasar, Ida Bagus Joni Ariwibawa mengatakan ada empat mobil pemadam yang dikerahkan.

"Kami tiba pukul 06.30 Wita dan langsung melakukan pemadaman, tidak ada kendala dalam memadamkan api. Kurang lebih satu setengah jam api sudah berhasil kami padamkan, pukul 08.00 Wita itu api sudah padam, pukul 08.30 Wita kami sudah pergi dari lokasi," jelasnya.

Joni Ariwibawa mengatakan masih menyelidiki lebih lanjut penyebab kebakaran ini.

"Masih diselidiki tapi dugaan utama karena korsleting listrik," kata dia saat dihubungi Tribun Bali.

(*)

Penulis: M. Firdian Sani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved