Sebatang Kara Tinggal di Gubuk Reot, Salimah Nyaris Tertimpa Atap Roboh

Salimah (70), hidup sendiri di sebuah gubuk yang nyaris ambruk. Warga Banjar Taman Desa Tuwed, Kecamatan Melaya ini tak punya siapa-siapa lagi

Sebatang Kara Tinggal di Gubuk Reot, Salimah Nyaris Tertimpa Atap Roboh
kelompok relawan Jembrana
Kondisi Rumah dan Nenek Salimah di Banjar Taman Desa Tuwed Kecamatan Melaya, Jumat (27/9/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Salimah (70), hidup sendiri di sebuah gubuk yang nyaris ambruk.

Warga Banjar Taman Desa Tuwed, Kecamatan Melaya ini tak punya siapa-siapa lagi. Sang suami telah meninggal puluhan tahun lalu.

Salimah menceritakan, masih ada trauma yang ia rasakan.

Beberapa hari lalu tepatnya Minggu (22/9/2019) tengah malam, rumah gubuknya itu ambruk. Ia pun nyaris menjadi korban dalam peristiwa itu.

Saat ia berada dalam kamarnya yang berdinding bedeg dan beralas tanah, tiba-tiba atap rumahnya roboh.

Ia pun bergegas berlari keluar rumah menyelamatkan diri. Salimah berucap syukur karena selamat.

"Saya tidak tahu, entah karena usia bahan atau karena faktor alam. Saya sudah tinggal di sini lama. Tapi, belum bisa memperbaiki," ucapnya, Jumat (27/9/2019).

Toko Plastik dan PCP Exspress di Sesetan Terbakar Ludes, Kerugian Capai 600 Juta

Perusahaan Besar Berkamuflase, Langganan PDAM tapi Sedot Air Bawah Tanah

Salimah menceritakan, ia tinggal di gubuk reot tersebut seorang diri. Suaminya telah meninggal sejak anak-anaknya masih kecil.

Sejak itu pula, ia menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja sebagai pencari kerang di pantai.

Lalu di mana anak-anaknya?

Halaman
12
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved