Sistem Rekam Medik Masih Manual, RSUD Klungkung Perlu Pembenahan IT
Sistem rekam mediknya masih menggunakan kertas, lama sekali petugas untuk mencari satu rekam medik. Ini kan sama sekali kurang efisien," ujar Bupati
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta melakukan sidak ke RSUD Klungkung, Jumat (27/9/2019).
Dalam sidak tersebut, Suwirta menyoroti pelayanan RSUD Klungkung yang masih belum maksimal dalam menerapkan teknologi informasi.
Dalam memberikan pelayanan rekam medik saja, rumah sakit type B tersebut dianggap masih ribet dan tidak efisien.
Sesampai di RSUD Klungkung, Bupati I Nyoman Suwirta langsung disambut oleh Dirut dr I Nyoman Kesuma dan jajarannya.
Setelah menengok beberapa pasien, ia langsung mengecek beberapa pelayanan di RSUD Klungkung, seperti mengecek sistem rekam medik.
Suwirta pun menyayangkan sistem rekam medik di RSUD Klungkung masih manual.
• Sudah 12 Orang Meninggal Dunia Akibat Penyakit Terkait Vape atau Rokok Elektrik
• Begini Kondisi 1.096 Orang Pengungsi Asal Wamena yang Sudah Tiba di Jayapura
"Sistem rekam mediknya masih menggunakan kertas, lama sekali petugas untuk mencari satu rekam medik. Ini kan sama sekali kurang efisien," ujar Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta.
Menurutnya, kecepatan pelayanan harus diutamakan, dengan cara mengurangi sistem manual.
Dengan kata lain, kecepatan dan keakuratan menyampaikan data harus menaksimalkan media yang berbasis elektronik.
Setelah melakukan pengecekan, Suwirta langsung mengumpulkan manajemen RSUD Klungkung.
Ia meminta sistem rekam medik dibenahi, dan RSUD Klungkung agar memaksimalkan teknologi informasi.
"Ke depannya harus cepat pelayanannya. Kurangi penggunaan kertas, yang juga membutuhkan tempat penyimpanan yang besar," jelas Suwirta.
Ia pun meminta pihak rumah sakit mulai menyiapkan aplikasi e-rekam medik.
Ini untuk mempermudah dokter melihat riwayat penyakit pasien dengan cepat.
• Rhenald Kasali Sarankan Event Besar Hingga Transportasi Massal Untuk Kembangkan Pariwisata Bali
• 8 Jurus Membentuk Otot Perut Supaya Six Pack, Tidak Hanya Olahraga
Dengan adanya e-rekam medik, masing-masing ruangan dan dokter harus ada satu komputer.
Nanti hanya menunjukkan kartu BPJSnya, semua data rekam medik pasien sudah terdata dan terarsip dengan rapi.
"Dokter-dokter juga diharap agar mengikuti kemajuan jaman yang sangat pesat ini, karena kebutuhan akan data itu harus bisa diakses sangat cepat. Masyarakat yang datang ke rumah sakit nanti akan merasakan imbas dalam pelayanannya yang berbasis elektronik ini. Pelayanan jadi lebih efesien," ungkapnya.
Tidak hanya itu, manajemen RSUD Klungkung juga dimimta nantinya menyediakan aplikasi e-Jaspel untuk pembayaran jasa pelayanan tenaga medis, paramedis dan pegawai RSUD Klungkung.
Termasuk e-Accounting untuk segala administrasi rumah sakit.
"Ke depannya di rumah sakit tidak ada menggunakan kertas lagi, tetapi menggunakan sistem yang berbasis elektronik. Sehingga dalam melaporkan masalah apapun dan ingin melihat data yang dibutuhkan hanya melalui aplikasi," harapnya.
.
Pergantian Rekam Medik Secara Bertahap
Dirut RSUD Klungkung dr I Nyoman Kesuma menjelaskan, pihaknya baru bisa mulai menyiapkan hardware dan software untuk menyiapkan sistem e-rekam medik di tahun 2020 mendatang.
• Mantan Menpora Imam Nahrawi Ditahan KPK
• Yasonna Laoly Lepas Jabatan Menteri Hukum dan HAM, Ucap Terima Kasih dan Minta Maaf kepada Jokowi
Lalu diikuti dengan penyiapan sumber daya manusia, termasuk pelatihan dan pendampingan.
Setelah semua siap, baru secara bertahap dilakukan penggantian rekam medik manual dengan e-rekam medik.
" Saat ini masih manual. Tapi secara bertahap kita akan terapkan e-rekam medik agar ke depan pelayanan lebih cepat dan paperless," jelasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bupati-klungkung-i-nyoman-suwirta-melakukan-sidak-ke-rsud-klungkung.jpg)