Batasi Beban Tas Punggung jika Tak Ingin Anak Anda Terkena Skoliosis

Tas punggung yang terlalu berat dapat menyebabkan anak terkena masalah tulang belakang atau skoliosis.

Batasi Beban Tas Punggung jika Tak Ingin Anak Anda Terkena Skoliosis
ent.ltn.com.tw
ilustrasi anak sekolah berlari 

TRIBUN-BALI.COM - Tas punggung menjadi perlengkapan sekolah anak yang berguna untuk menampung keperluan sekolah.

Namun orang tua harus mengetahui beban yang dibawa anak dalam tas punggungnya dapat mempengaruhi tulang belakang anak.

Tas punggung yang terlalu berat dapat menyebabkan anak terkena masalah tulang belakang atau skoliosis.

Dikutip dari Grid Health, skoliosis adalah kelainan tulang belakang ke samping yang paling sering terjadi selama masa pertumbuhan anak.

Kampanye Selamatkan Laut, Rodalink Ajak 200 Pesepeda Pungut Sampah Plastik di Pantai Seminyak

Pada Abad ke-19, Dokter Ini Dianggap Gila karena Kampanyekan Pentingnya Mencuci Tangan

Skoliosis menyebabkan tulang belakang melengkung berbentuk S atau C atau dari satu sisi ke sisi yang lain.

Kondisi ini dapat menyebabkan sakit punggung dan masalah kesehatan lainnya.

Bahaya yang lebih serius karena tas yang berat adalah anak jadi jatuh atau cedera.

Tas punggung terlau berat dan dipanggul lumayan lama dapat menyebabkan nyeri punggung, bahu dan leher.

Menurut Chris Watts, pengembang olah tubuh Motion Dynamics dari Hong Kong mengemukakan tas punggung ideal untuk anak adalah sepuluh persen dari berat badannya.

“Hati-hati agar jangan membebani tulang belakang anak lebih dari 10% berat badannya,” tegasnya dikutip dari Kompas.com.

Halaman
123
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved