Ni Made Indrawati Menjadi Aktivis Agraria Sejak Muda, Selalu Anut Prinsip Ngayah

Menjadi seorang aktivis, bagi Ni Made Indrawati, perempuan asal Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, adalah panggilan moral.

Ni Made Indrawati Menjadi Aktivis Agraria Sejak Muda, Selalu Anut Prinsip Ngayah
Tribun Bali/Noviana Windri
NI MADE INDRAWATI 

TRIBUN-BALI.COM - Menjadi seorang aktivis, bagi Ni Made Indrawati, perempuan asal Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, adalah panggilan moral.

Lahir dari keluarga petani dan tanah kelahiran yang juga bermasalah, menjadikannya seorang aktivis agraria sejak ia muda.

Indrawati, sapaan akrabnya, saat ini menjabat sebagai koordinator wilayah Konsorium Pembaruan Agraria (KPA) Wilayah Bali.

Ia telah menjabat sebagai korwil KPA wilayah Bali selama kurang lebih 15 tahun lamanya.

Dengan tanggung jawab mengkoordinasikan semua kasus pertanahan yang bersifat kolektif dan mendampingi serta memfasilitasi langsung para petani berkasus khusus di Provinsi Bali.

Pengunjung Car Free Day di Denpasar Diajak Bermain Tajog hingga Gasing

Equity Life Indonesia Lakukan Penandatanganan MoU dengan Politeknik Negeri Bali

"Alasan saya mau mendedikasikan diri menjadi seorang aktivis adalah berangkat dari kepedulian dan kemauan saya sejak tahun 90an. Jauh sebelum menjadi korwil, saya sudah aktif di dunia aktivis agraria," jelasnya.

Sebelum bergabung dengan KPA, Indrawati lebih dulu melakukan diskusi-diskusi dengan aktivis mahasiswa mengenai kasus pertanahan.

Wanita lulusan sarjana hukum ini menangani dua konflik terbesar dalam sejarah hidupnya yakni di Sumberklampok dan Sendang Pasir.

"Mengatasi konflik horizontal adalah dengan metodologi organisasi masyarakat. Di mana kita juga mendampingi masyarakat untuk mengambil keputusan, meresolusi masalah internal juga cara diplomasi dengan pemerintah," ungkapnya.

TRIBUN WIKI - Kiprah Ida Ayu Karang Adnyani Dewi, Seniman yang Merekonstruksi Seni Klasik Gambuh

Tensi Tinggi di Laga Bali United vs Kalteng Putra, Haudi: Ini Pertandingan Tak Mudah, Kontrol Emosi

Selama memperjuangkan hak-hak petani, Indrawati mengaku pemerintah menjadi kendala eksternal terbesar baginya dalam menyelesaikan persoalan agraria.

Halaman
123
Penulis: Noviana Windri
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved