Pameran Seni Rupa Bertajuk 57 x 76 : Menerabas Batas Personal

Sebelum memasuki ruang Galeri Komaneka, boleh jadi yang ada dalam benak publik adalah kedua seniman tersebut menggelar pameran bersamaan, bukan menyug

Pameran Seni Rupa Bertajuk 57 x 76 : Menerabas Batas Personal
Tribun Bali/Rizal Fanany
Suasana pameran lukisan 57x76 di Komaneka Gallery, Ubud, Gianyar 

Hanafi maupun GM sebetulnya tengah membongkar batas-batas wilayah gagasan personal—yang soliter, subjektif dan partikular.

Pola penciptaan menjadi tidak linear dan, pada akhirnya, aleatorik. Masing-masing harus mulai bekerja dari suatu acuan awal yang tak terduga, tak sepenuhnya mereka pahami atau kuasai.

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Demikian Agung Hujatnikajennong, sang kurator membaca proses serta buah kolaborasi dua seniman, Hanafi dan Goenawan Mohamad (GM) dalam pameran seni rupa bertajuk 57 x 76 di Komaneka Gallery, Ubud, Gianyar yang akan berakhir 15 Oktober mendatang.

Sebelum memasuki ruang Galeri Komaneka, boleh jadi yang ada dalam benak publik adalah kedua seniman tersebut menggelar pameran bersamaan, bukan menyuguhkan lukisan yang dikaryakan bersama-sama.

Ni Made Indrawati Menjadi Aktivis Agraria Sejak Muda, Selalu Anut Prinsip Ngayah

Pengunjung Car Free Day di Denpasar Diajak Bermain Tajog hingga Gasing

Sebagaimana ditegaskan sang kurator, bahwa kali ini sang kreator mencoba membuka diri, menerabas batas-batas personal.

Apa yang disuguhkan ke publik adalah hasil atas upaya ‘keterbukaan’ Hanafi dan GM atas kemungkinan sebuah proses kreatif serta melapangkan diri atas adanya ‘intervensi’ seniman lain di luar pribadinya.

Ya, dalam eksibisi kali ini, semua lukisan yang disuguhkan adalah hasil torehan kuas Hanafi dan Goenawan Mohamad. Tidak ada satu pun karya tunggal.

Kali ini ternyata adalah pameran non-tunggal pertama Hanafi di Komaneka sejak pameran pertama di tahun 2001. 57 x 76 menjadi yang pertama pula bagi GM untuk berkolaborasi dengan pelukis lain sepanjang hidupnya.

Meski demikian, sesungguhnya kerja kreatif kolaboratif bukanlah hal baru bagi mereka, pun telah sering diterapkan dalam beragam lintas bidang kesenian.

Dukung Bali Great Xperience, Garuda Indonesia Tawarkan Paket Perjalanan Wisata Menarik

TRIBUN WIKI - Kiprah Ida Ayu Karang Adnyani Dewi, Seniman yang Merekonstruksi Seni Klasik Gambuh

Tanda ‘x’ dalam judul pameran ini ditenggarai tidak hanya menguatkan makna suatu pertemuan atau dialog, tapi juga peleburan visi artistik dua sosok yang telah lama malang melintang dalam kancah kesenian di Indonesia.

Halaman
1234
Penulis: Ni Ketut Sudiani
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved