4 Pelanggar Perda KTR Didenda Masing-masing Rp 200 Ribu

Satpol PP Kota Denpasar menggelar sidang tindak pidana ringan untuk pelanggar Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok

4 Pelanggar Perda KTR Didenda Masing-masing Rp 200 Ribu
Satpol PP Kota Denpasar
Pelaksanaan sidang tipiring di Banjar Pande, Jalan Kecubung Sumerta, Denpasar Timur, Bali, Senin (30/9/2019). 4 Pelanggar Perda KTR Didenda Masing-masing Rp 200 Ribu 

4 Pelanggar Perda KTR Didenda Masing-masing Rp 200 Ribu

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Satpol PP Kota Denpasar menggelar sidang tindak pidana ringan untuk pelanggar Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Sidang ini digelar di Banjar Pande, Jalan Kecubung Sumerta, Denpasar Timur, Bali, Senin (30/9/2019).

Sebanyak 4 orang pelanggar yang melanggar Perda KTR di RSUP Sanglah dan Tiara Dewata yakni Komang Gede Suartika, Gede Budiyasa, Moh Ajib dan Mohamad Faisol.

"Masing-masing pelanggar ini dikenakan denda sebesar Rp 200.000 dengan subsider kurungan selama 3 hari," kata Kasatpol PP Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga.

Sayoga mengatakan pelaksanaan sidang tipiring ini merupakan upaya memberikan efek jera bagi masyarakat yang melanggar Perda.

Pelaksanaan sidang tipiring dilakukan di banjar merupakan bentuk sosialisasi Perda guna meminimalisir pelanggaran perda oleh masyarakat.

"Sidak dan tipiring ini bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk penegakan perda dan menyosialisasikan perda itu sendiri, sehingga masyarakat dapat mengaplikasikan dan mentaatinya," katanya.

Lebih lanjut dikatakan, masih adanya laporan dari masyarakat akan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat menjadikan Satpol PP Kota  Denpasar gencar malaksanakan sidak.

Hal ini juga guna memastikan tidak adanya aktivitas yang justru dapat merugikan dan mengganggu orang lain.

"Sidak ini akan terus kami lakukan sampai masyarakat paham akan pentingnya taat aturan, dan dipilihnya banjar sebagai lokasi pelaksanaan sidang tipiring adalah untuk memberikan efek jera sekaligus sebagai wahana sosialisasi perda bagi masyarakat," katanya.

(*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved