Dirut Pesimistis Penuhi Target Pendapatan RSUD Bangli, Pasien Berkurang Sejak Rujukan Berjenjang

Terhitung hingga bulan September, RSUD Bangli belum mampu memenuhi 50 persen dari target pendapatan

Dirut Pesimistis Penuhi Target Pendapatan RSUD Bangli, Pasien Berkurang Sejak Rujukan Berjenjang
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
PELAYANAN - Suasana di ruang tunggu RSUD Bangli belum lama ini. Dirut Pesimistis Penuhi Target Pendapatan RSUD Bangli, Pasien Berkurang Sejak Rujukan Berjenjang 

Dirut Pesimistis Penuhi Target Pendapatan RSUD Bangli, Pasien Berkurang Sejak Rujukan Berjenjang

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Penerapan rujukan online berjenjang dari BPJS Kesehatan berbuntut pada pendapatan RSUD Bangli.

Terhitung hingga bulan September, rumah sakit tipe B itu belum mampu memenuhi 50 persen dari target pendapatan.

Direktur Utama RSUD Bangli, I Wayan Sudiana tak menampik ihwal belum tercapainya target pendapatan RSUD Bangli.

Ia menyebut berdasarkan data per bulan September, pendapatan RSUD Bangli baru mencapai Rp 27 miliar lebih, atau sekitar 42 persen.

Sudiana menjelaskan pada pembahasan APBD induk 2019 tahun 2018 lalu, pihaknya menarget pendapatan RSUD Bangli hanya sebesar Rp 40 miliar.

Namun oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) usulan target tersebut ditolak. 

Ini disebabkan pada tahun 2018 pendapatan RSUD Bangli justru mengalami surplus sebesar Rp 6 miliar dari target Rp 55 miliar.

“Oleh sebab itu untuk tahun 2019 kami ditarget sebesar Rp 63 miliar. Karena analisa dari Pemkab Bangli, target pendapatan tidak boleh turun dari tahun sebelumnya,” ucapnya, Minggu (29/9/2019).

Di lain sisi, Sudiana mengaku telah menjelaskan bahwa target sebesar Rp 63 miliar sulit untuk direalisasikan.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved