Kepala Kesbangpol Minta Demo Jangan Buat Kekacauan, Dikhawatirkan Berdampak pada Pariwisata Bali

Jangan sampai demonstrasi ini sampai membuat kekacauan. Karena hal ini tentu sangat beresiko terhadap Bali sebagai daerah tujuan pariwisata

Kepala Kesbangpol Minta Demo Jangan Buat Kekacauan, Dikhawatirkan Berdampak pada Pariwisata Bali
Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali I Gusti Agung Ngurah Sudarsana 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR-Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali I Gusti Agung Ngurah Sudarsana menyatakan, aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh mahasiswa merupakan resiko dari negara demokrasi.

“Asalkan itu disampaikan secara benar, kita tidak perlu alergi berkaitan dengan demo,” kata Agung Sudarsana saat ditemui di Kantor Gubernur Bali, Senin (30/9/2019).

Di luar itu semua, pihaknya berharap jangan sampai demonstrasi ini sampai membuat kekacauan.

Karena hal ini tentu sangat beresiko terhadap Bali sebagai daerah tujuan pariwisata, di mana keamanan dan kenyamanan menjadi prioritas utama.

Terbukti Lakukan Penipuan, Mantan Caleg Banding Setelah Divonis 2,5 Tahun Penjara

Tak Gelar Aksi, Kelompok Cipayung Plus Bali Sampaikan Enam Tuntutan ke Pemerintah

Menurutnya, penyampaian aspirasi yang dilakukan seharusnya berdasarkan hal-hal substansial yang berpotensi merugikan kepentingan bangsa dan negara.

“Kalau memang dalam RKUHP itu memang ada hal-hal yang belum pas, berkaitan dengan bunyi pasal-pasalnya, tidak apa-apa demo,” ujarnya.

 
Namun, sudah jelas berdasarkan keputusan presiden pengesahan RKUHP itu ditunda, dan dibahas oleh DPR periode selanjutnya.

“Maka sampaikanlah ide-ide dan saran yang baik untuk dijadikan masukan,” imbaunya.

Pihaknya mempertanyakan alasan unjuk rasa yang dilakukan terus-menerus, padahal sudah jelas presiden menegaskan untuk menundanya.

Koster Canangkan KB 4 Anak Krama Bali, Kalau Nama Nyoman dan Ketut Hilang kan Repot

Dukung Gerakan Gemar Membaca, Bupati Anas Cetuskan agar Perpustakaan Didirikan di Tempat Wisata

“Tinggal sekarang berkaitan dengan RKUHP kenapa terus-menerus. Kan jelas-jelas presiden menegaskan untuk menunda . Kalau (motifnya) di luar daripada itu saya tidak tahu,” ucapnya.

 
Selanjutnya, sambung dia, memang demonstrasi itu menjadi bagian dari demokrasi dan tatanan konstitusi.

Untuk mengantisipasi adanya penyusup dan provokator, ia mengatakan aparat kepolisian selalu siap mengamankan aksi.

Di samping itu, mahasiswa Bali juga dinilai tidak searogan mahasiswa di luar Bali. Sehingga kondisi Bali masih aman dan kondusif. (*)

Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved