Kronologi Tewasnya Putu Eka dengan Headset Masih di Telinga, Sang Ayah Ungkap Pertemuan Terakhirnya

Pemuda berusia 24 tahun ini ditemukan tergeletak tak bernyawa di kamar nomor 12 Hotel Panorama Cottage, Jalan Sriwijaya, Legian, Kuta, Badung,

Kronologi Tewasnya Putu Eka dengan Headset Masih di Telinga, Sang Ayah Ungkap Pertemuan Terakhirnya
Dok ist/Tribun Bali
Petugas evakuasi jenazah Putu Eka yang ditemukan tewas di kamar hotel di Kuta, Badung, Sabtu (29/9/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Seorang pemuda ditemukan tewas dalam keadaan telinga masih menggunakan headset.

Pemuda berusia 24 tahun ini ditemukan tergeletak tak bernyawa di kamar nomor 12 Hotel Panorama Cottage, Jalan Sriwijaya, Legian, Kuta, Badung, Sabtu (28/9) malam.

Kanit Reskrim Polsek Kuta Iptu I Putu Ika Prabawa mengatakan, berdasarkan identitas korban yang ditemukan ini bernama Putu Eka Wahyudi, seorang pedagang asal Banjar Cepake, Desa Pangiayangan, Pekutatan, Jembrana.

Dikatakan Ika Prabawa, korban memang tinggal di Panorama Cottage I bersama orangtuanya I Made Suwastra yang kerja di Panorama Cottage I.

''Sebelumnya tinggal di mess, karena mess dalam tahap perbaikan maka korban dan orangtuanya untuk sementara tinggal di kamar nomor 12,'' ungkapnya,

Terpisah, ayah korban yang juga saksi, Made Suwastra, menerangkan dirinya waktu kejadian baru saja pulang kampung.

Setelah datang di kamarnya, ia mendapati anaknya terbaring kaku dengan masih terdapat headset di telinganya. Setelah dicek kondisinya, anaknya sudah meninggal dunia.

''Dari keterangan ayah korban, ia terakhir melihat anaknya pada Jumat (27/9) pagi sekitar pukul 08.00 Wita,” ujar Ika Prabawa.

Saat ditemukan, kondisi korban sudah tidur terlentang di atas tempat tidur, kaki di barat kepala di timur.

Kedua tangan menekuk di dada dan kondisi badan membiru.

''Di telinga masih ada headset. Namun tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,'' ujarnya.

Di sekitar lokasi kejadian juga hanya ditemukan 1 botol minuman mineral ukuran 1 liter sisa setengah botol, 1 celana panjang warna hitam diduga milik korban.

Di sebelah kaki korban, ditemukan 1 pasang headset dan 1 unit HP iPhone 6S warna abu-abu.

Menurut sang ayah, korban tidak memiliki riwayat sakit selama ini.

''Untuk lebih mengetahui jelasnya sebab-sebab korban meninggal dunia perlu kiranya dilakukan autopsi terhadap diri korban,'' pungkasnya. (*) 

Penulis: eurazmy
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved