Para Cendikiawan hingga Anak Muda Bahas KB dan Kesehatan Reproduksi di Yogyakarta

Konferensi ini menjadi wadah diskusi tingkat internasional maupun nasional mengenai program keluarga berencana (KB) dan kesehatan reproduksi

Para Cendikiawan hingga Anak Muda Bahas KB dan Kesehatan Reproduksi di Yogyakarta
Tribun Bali/Widyartha Suryawan
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo ketika membuka The First International Conference on Indonesia Family Planning and Reproductive Health (ICIFPRH) di Hotel Sahid Raya, Yogyakarta, Senin (30/9/2019). Para Cendikiawan hingga Anak Muda Bahas KB dan Kesehatan Reproduksi di Yogyakarta 

Para Cendikiawan hingga Anak Muda Bahas KB dan Kesehatan Reproduksi di Yogyakarta

TRIBUN-BALI.COM, YOGYAKARTA - The First International Conference on Indonesia Family Planning and Reproductive Health (ICIFPRH) resmi dibuka oleh Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo di Hotel Sahid Raya, Yogyakarta, Senin (30/9/2019).

Konferensi ini menjadi wadah diskusi tingkat internasional maupun nasional mengenai program keluarga berencana (KB) dan kesehatan reproduksi.

Hasto dalam sambutannya mengatakan, Indonesia merasa terhormat menjadi tuan rumah ICIFPRH karena kesehatan adalah salah satu pilar dari pembangunan nasional.

Terlebih lagi, kata Hasto, Indonesia telah membuat sejumlah kemajuan dalam program KB dan kesehatan reproduksi.

"Kami juga melatih ribuan dokter dan bidan, dan membawa keluarga berencana ke daerah yang lebih terpencil," ungkap Hasto.

Konferensi tiga hari ini diikuti oleh sekitar 800 peserta yang terdiri dari para cendekiawan, pakar kesehatan dan pembangunan, penyelenggara program, pembuat kebijakan, berbagai badan khusus PBB, lembaga donor nasional maupun internasional, organisasi masyarakat sipil serta calon pemimpin muda dan mahasiswa.

Selain itu, pemangku kepentingan kunci lainnya yang hadir dalam acara ini adalah para tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Mereka akan membahas berbagai hal dalam rangka memajukan program KB dan kesehatan reproduksi di Indonesia.

Kepala Perwakilan Rutgers WPF Indonesia yang juga Direktur Eksekutif Konferensi, Amala Rahmah menjelaskan, salah satu isu yang dibahas dalam konferensi ini adalah fenomena pernikahan anak, kehamilan yang tidak direncanakan dan persalinan di usia remaja (15-19 tahun).

"Kami akan membicarakan berbagai gagasan, pemikiran, praktik lapangan dan kebijakan yang akan dikemukakan oleh para akademisi, peneliti, petugas lapangan, LSM dan pengambil kebijakan di tingkat nasional maupun internasional," terang Amala Rahmah.

Sebelum konferensi, kegiatan ini juga telah dirangkai dengan berbagai acara pra-konferensi seperti Pelatihan Media tentang Keluarga Berencana, Konferensi Remaja, Guru Juara Pertemuan Puncak Hak dan Kesehatan Reproduksi dan Seksual (Teacher Champions of SRHR Summit) dan Pelatihan untuk Penelitian Kualitatif di bidang KB dan Kesehatan Reproduksi.

(*)

Penulis: Widyartha Suryawan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved