Warga Banjar,Buleleng Laksanakan Catur Brata Panyepian, jika Melanggar Wajib Minta Maaf Saat Pauman 

Desa Cempaga, Kecamatan Banjar, Buleleng melaksanakan Catur Brata Panyepian, Minggu (29/9/2019).

Warga Banjar,Buleleng Laksanakan Catur Brata Panyepian, jika Melanggar Wajib Minta Maaf Saat Pauman 
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Jalur di Desa Cempaga tampak ditutup, karena krama di desa adat tengah melaksanakan Catur Brata Nyepian, Minggu (29/9/2019) 

TRIBUN-BALI.COM,  SINGARAJA - Desa Cempaga, Kecamatan Banjar, Buleleng melaksanakan Catur Brata Panyepian, Minggu (29/9/2019).

Nyepi ini dilaksanakan serangkaian upacara pengabenan massal yang sudah digelar beberapa waktu lalu.

Kelian Desa Adat Cempaga, I Nyoman Dira mengatakan, Nyepi di desa adat ini hanya dilaksanakan saat purnama bertemu beteng atau tilem bertemu beteng.

Nyepi ini bukan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun.

Dira mengatakan, Nyepi di Desa Cempaga terakhir dilaksanakan dua tahun lalu. Tradisi ini diakui Dira tidak tersurat dalam prasasti ataupun lontar. Krama hanya melaksanakan tradisi yang sudah dilaksanakan secara turun temurun.

"Perbedaan Nyepi di Cempaga ada kaitannya. Sekarang Nyepi adat, lagi 15 hari ada Karya Agung Muayon atau istilahnya Betara Turun Kabeh. Menurut keterangan tetua kami, pada bulan Desember dilaksanakan pengabeban, kemudian Februari dilaksanakan penyucian atau penganyutan."

Dirut Pesimistis Penuhi Target Pendapatan RSUD Bangli, Pasien Berkurang Sejak Rujukan Berjenjang

Air Toilet Ngetel ke Lantai Dasar, Pedagang Komplain Pasar Kidul Kerap Becek

"Saat tilem kesanga baru dilaksanakan Nyepi. Pada purnama kadasa yaitu Betara Turun Kabeh. Itu proses pengabeban kami di Cempaga," jelasnya.

Seperti Nyepi pada umumnya, krama di desa Cempaga tidak diperkenankan bekerja, menyalakan api, hiburan dan berpergian.

Bila ada yang melanggar, wajib meminta maaf di hadapan seluruh masyarakat saat pauman megelang-gelang yang diselenggarakan setelah Nyepi.

"Selama ini kami tetap masih membijaksanai. Pelaksanaan ini merupakan yadnya. Jangan sampai ada permasalahan supaya tidak leteh yadnya kami."

"Kalau ada yang melanggar, dia akan minta maaf di bale agung saat pauman megelang-gelang yang mendiskusikan terkait Karya Agung Muayon," ucapnya.

4 Pelanggar Perda KTR Didenda Masing-masing Rp 200 Ribu

Dewan Klungkung Beri Masukan Terkait Ranperda Perubahan APBD 2019

Sementara selama Nyepi, jalur di Desa Cempaga ditutup mulai dari pukul 06.00 Wita, hingga Senin (30/9/2019) pukul 06.00 Wita.

Permakluman ini sudah disampaikan ke aparat kepolisian, kecamatan, dan sekolah-sekolah yang ada di Desa Cempaga.

"Ini kan kebetulan jatuh di hari Minggu, libur. Kalau jatuhnya di hari kerja seperti Senin atau Selasa, tetap harus berhenti beraktivitas. Pendatang juga harus ikut tradisi kami ini," ujarnya lagi. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved