Pembatasan Kuota Sebabkan BBM Subsidi Langka, SPBU Teuku Umar Barat Merugi

Customer banyak ngeluh dan komplain. Benar dibatasi jatahnya tapi kalau barangnya gak ada, kan repot

Pembatasan Kuota Sebabkan BBM Subsidi Langka, SPBU Teuku Umar Barat Merugi
Tribun Bali/Noviana Windri
SPBU 54.801.38 Teuku Umar Barat pada Selasa (1/10/2019) mengalami kehabisan stok premium sejak Senin sore (30/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pembatasan kuota dari pihak Pertamina menyebabkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan premium bersubsidi.

Tak hanya menyebabkan kelangkaan, pihak SPBU juga mengalami kerugian akibat adanya pembatasan kuota.

Supervisor SPBU 54.801.38 Teuku Umar Barat, Dedi Irawan mengaku pihaknya mengalami kerugian akibat kondisi tersebut.

"Ya kami rugi ini. Kurang 4 kiloliter," ungkapnya.

Bekraf dan BEI Dorong Startup Go Public, Buat GoStartup Indonesia untuk Berjodoh dengan Investor

Nyoman Susi: Rutinlah Bayar Iuran JKN-KIS demi Kami yang Sedang Jalani Pengobatan Rutin

Jika hari normal, dalam sehari SPBU 54.801.38 Teuku Umar Barat bisa menjual hingga 12 kiloliter BBM jenis solar dan premium per hari

Namun, sejak Senin (23/9/2019) hanya menjual 8 kiloliter BBM jenis solar dan bensin per hari.

"Pengendalian dari pusat karena kuota menipis. Jadi sekarang memang dari Pertamina dijatah bisa hanya bisa order 8 kiloliter per hari," tambahnya.

Dedi Irawan bahkan mengaku pihaknya pernah tidak mendapatkan jatah BBM dalam sehari yakni pada Jumat (27/9/2019) lalu.

Mayat Yang Ditemukan di Perairan Pengambengan Diperkirakan Sudah Sepekan Di Lautan

Inilah Hillary Brigitta Lasut, Anggota DPR Cantik Dan Termuda Periode 2019-2024

"Customer banyak ngeluh dan komplain. Benar dibatasi jatahnya tapi kalau barangnya gak ada, kan repot," ucapnya dengan nada kesal.

Selain itu, 5 hari yang lalu antrean pembelian BBM jenis solar mengular hingga ke jalanan.

Sementara, berdasarkan pantauan Tribun Bali, SPBU 54.801.38 Teuku Umar Barat pada Selasa (1/10/2019) mengalami kehabisan stok premium sejak Senin sore (30/9/2018).

Stok solar mulai menipis pada shift pertama, Selasa (1/10/2019) siang. (*)

Penulis: Noviana Windri
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved