Asuransi Ternak dan Tani Masih Minim Peminat

Diadakan sejak tahun 2017, Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) justru masih minim peminat

Asuransi Ternak dan Tani Masih Minim Peminat
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Salah satu peternakan sapi di wilayah LC Aya, Bangli, Bali, Selasa (1/10/2019). Asuransi Ternak dan Tani Masih Minim Peminat 

Asuransi Ternak dan Tani Masih Minim Peminat

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Diadakan sejak tahun 2017, Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) justru masih minim peminat.

Padahal dua jenis asuransi tersebut dinilai mampu meminimalisir kerugian baik petani maupun peternak.

Hal tersebut tidak dipungkiri oleh Sekretaris Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dinas PKP) Bangli, I Wayan Sarma, saat ditemui Selasa (1/10/2019).

Sarma menjelaskan, AUTP dan AUTS sejatinya merupakan program yang dasarnya dari amanat Undang-undang No. 19 tahun 2013 tentang perlindungan dan pemberdayaan petani.

Yang mana bertujuan melindungi petani dan peternak agar tidak rugi.

“Mereka hanya tinggal membayar sejumlah premi, dan itupun sudah disubsidi oleh pemerintah,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, untuk AUTP petani hanya diwajibkan membayar premi sebesar Rp 36 ribu per hektare per masa tanam.

Sedangkan untuk AUTS, peternak membayar Rp 40 ribu per ekor yang berlaku selama satu tahun.

“Jumlah premi itu sudah disubsidi oleh pemerintah pusat sebesar 80 persen. Jika AUTP subsidinya sebesar Rp 144 ribu dari premi Rp 180 ribu, sedangkan AUTS subsidinya sebesar Rp 160 ribu dari total premi sebesar Rp 200 ribu,” ungkapnya.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved