Dua Terduga Pembunuh Kadek Roy Dituntut 7 Tahun Penjara

Kedua pelaku anak yang masih berstatus pelajar SMA Kelas I itu dituntut pidana penjara masing-masing tujuh tahun

Dua Terduga Pembunuh Kadek Roy Dituntut 7 Tahun Penjara
Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
BARANG BUKTI - Kapolres Badung, AKBP Yudith Satriya Hananta, memperlihatkan barang bukti parang dan kedua pelaku pembunuhan di Mapolres Badung, Rabu (28/8/2019). Dua Terduga Pembunuh Kadek Roy Dituntut 7 Tahun Penjara 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dua terduga pelaku pembunuhan I Kadek Roy Adinata (26) di Jalan Kerasan, Desa Sedang, Abiansemal, Badung, Bali, menjalani sidang tuntutan di Ruang Sidang Anak Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Rabu (2/10/2019).

Kedua terduga adalah Putu BWS (15) dan Dewa PEAM (15).

Dalam sidang yang digelar tertutup yang dipimpin Hakim Ketua IGN Putra Atmaja, kedua pelaku anak yang masih berstatus pelajar SMA Kelas I itu dituntut pidana penjara masing-masing tujuh tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sebagaimana tertera dalam surat tuntutan jaksa, kedua terdakwa anak tersebut dinilai telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana "anak yang melakukan pembunuhan secara bersama-sama".

Perbuatan para terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Undang-Undang No.11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

"Menuntut, menjatuhkan pidana terhadap pelaku anak I, Putu BWS (15) dan pelaku anak II, Dewa PEAM dengan pidana penjara masing-masing selama tujuh tahun dikurangi selama pelaku anak tersebut berada di dalam tahanan sementara dengan perintah tetap ditahan," mengutip surat tuntutan jaksa.

Pula dalam surat tuntutan, jaksa mengurai hal memberatkan dan meringankan sebagai pertimbangan dalam melayangkan tuntutan.

Hal yang memberatkan, kedua pelaku telah menghilangkan nyawa orang lain yang diancam dengan hukuman yang cukup berat, dan kejahatan yang dilakukan pelaku mengakibatkan kematian pada korban I Kadek Roy Adinata.

Menimbulkan bahaya maut bagi saksi korban Agus Gede Nurhana Putra dan dilakukan secara keji.

Selain itu, perbuatan mereka meresahkan masyarakat dan tidak mengakui perbuatannya.

Halaman
1234
Penulis: Putu Candra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved