KB Tak Hanya Terkait Pertumbuhan Penduduk, Ini Sejumlah Poin dari ICIFPRH 2019

Sejumlah catatan dan rekomendasi penting berhasil ditelurkan dalam International Conference on Indonesia Family Planning and Reproductive Health

KB Tak Hanya Terkait Pertumbuhan Penduduk, Ini Sejumlah Poin dari ICIFPRH 2019
Tribun Bali/Widyartha Suryawan
Salah satu sesi dalam International Conference on Indonesia Family Planning and Reproductive Health (ICIFPRH) yang digelar dari Senin (30/9/2019) hingga Rabu (2/10/2019) di Hotel Sahid Raya, Yogyakarta. KB Tak Hanya Terkait Pertumbuhan Penduduk, Ini Sejumlah Poin dari ICIFPRH 2019 

KB Tak Hanya Terkait Pertumbuhan Penduduk, Ini Sejumlah Poin dari ICIFPRH 2019

TRIBUN-BALI.COM, YOGYAKARTA - Sejumlah catatan dan rekomendasi penting berhasil ditelurkan dalam International Conference on Indonesia Family Planning and Reproductive Health (ICIFPRH) di Hotel Sahid Raya, Yogyakarta.

Selama tiga hari, pertemuan yang melibatkan sekitar 800 peserta dari 13 negara ini membahas tentang sisi-sisi lain dari program Keluarga Berencana (KB) dan kesehatan reproduksi di Indonesia.

Prof Siswanto Agus Wilopo selaku koordinator acara mengungkapkan, topik-topik bahasan dalam konferensi ini menunjukkan bahwa program KB tidak hanya terkait tentang pertumbuhan penduduk.

"Berbicara KB dan kesehatan reproduksi (kespro) kini tidak lagi mengupas hal-hal yang klasik, namun inovasi-inovasi baru yang dapat menjawab efek langsung KB terhadap kematian dan kesejahteraan ibu," kata Prof Siswanto, pada hari terakhir konferensi, Rabu (2/10/2019).

Ia menyebut, saat ini sudah ada 32 juta wanita yang ber-KB dan sebanyak 15.000 kematian ibu bisa dicegah.

Program KB juga diharapkan bisa menjamin generasi yang akan datang menjadi generasi yang lebih andal dan berkualitas.

"Oleh karena itu, SDM mesti dipandang sebagai human capital, atau sumber daya pembangunan," imbuhnya.

Ketua Komite Ilmiah ICIFPRH, Prof Meiwita Budhiharsana menambahkan, hasil konferensi akan dijadikan rekomendasi dalam pelaksanaan kegiatan KB dan pemenuhan kebutuhan perempuan maupun laki-laki, termasuk anak muda.

Menurut Guru besar dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia itu, saat ini peran KB perlu dikembangkan lebih jauh lagi.

Halaman
12
Penulis: Widyartha Suryawan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved