Krisis Air Bersih di Desa Seraya Karangasem, Ni Ketut Mastri Naik Turun Bukit Demi Seember Air

Raut wajah Ni Ketut Mastri (38) tampak lelah, Selasa (1/10) siang. Dia baru saja mendaki bukit sambil membawa satu ember air bersih.

Krisis Air Bersih di Desa Seraya Karangasem, Ni Ketut Mastri Naik Turun Bukit Demi Seember Air
Tribun Bali/Saiful Rohim
JALAN KAKI-  Ni Ketut Mastri berjalan kaki menyusuri perbukitan membawa satu ember air, Selasa (1/10/2019) siang. 

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM -- Sejak empat bulan lalu, warga Banjar Dinas Tanah Barak, Desa Seraya Timur, Kecamatan Karangasem kesulitan air bersih.

Mereka mengandalkan Yeh Kanakan sebagai satu-satunya sumber air yang belum kering di desa tersebut.

Raut wajah Ni Ketut Mastri (38) tampak lelah, Selasa (1/10) siang.  Dia baru saja mendaki bukit sambil membawa satu ember air bersih. Napasnya terdengar ngos-ngosan

Medan yang dia lalui terjal dan menanjak. Jarak dari rumahnya  ke lokasi sumber mata  air Kanakan sekitar 1 kilometer.

Sejak empat bulan lalu, wanita asal Banjar Dinas Tanah Barak, Desa Seraya Timur, Kecamatan Karangasem menjalani aktivitas ini saban hari demi memperoleh air bersih untuk kebutuhan  rumah tangga.

Misalnya untuk masak makanan dan minuman dan lainnya.

"Untuk dapat air satu ember dari Sumber Yeh Kanakan di Tanah Barak harus mengantre hingga 3 jam lebih. Warga yang mengantre sampai puluhan orang saat pagi dan sore hari.

Kita hanya bertumpu pada rembesan air Yeh Kanakan," kata Ni Ketut Mastri saat ditemui, Selasa (1/10)

Dia mengatakan, warga Tanah Barak  mulai antre  untuk mendapatkan air sejak pukul  05.00 sampai 10.00 Wita.

Mereka menunggu giliran demi memperoleh satu  ember air.

Halaman
123
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved