Pakai Ember dan Manfaatkan Aliran Sungai, Petugas DLH Terpaksa Siram Tanaman Secara Manual

Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terpaksa menyiram taman di sekitar Kota Amlapura secara manual

Pakai Ember dan Manfaatkan Aliran Sungai, Petugas DLH Terpaksa Siram Tanaman Secara Manual
Tribun Bali/Rizal Fanany
(Foto ilustrasi & tidak terkait berita) Selesaikan pengerjaan - Pekerja menyelesaikan pengejaan dan penataan taman protokol di kawasan jalan Raya Puputan, Denpasar. Pakai Ember dan Manfaatkan Aliran Sungai, Petugas DLH Terpaksa Siram Tanaman Secara Manual 

Pakai Ember dan Manfaatkan Aliran Sungai, Petugas DLH Terpaksa Siram Tanaman Secara Manual

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terpaksa menyiram taman di sekitar Kota Amlapura secara manual, dikarenakaan biaya operasional dikurangi di APBD Perubahan 2019.

Di antaranya biaya bahan bakar minyak (BBM) kendaraan penyiraman serta pembuangan sampah.

Info di lapangan, Selasa (1/10/2019), petugas DLH menyiram tanaman hanya mengunakan ember.

Mereka menyiram di beberapa taman, salah satunya taman di sekitar Jalan Sudirman, Ngurah Rai dan Gajah Mada.

Untuk airnya, petugas mencari di sekitar aliran sungai, yang berdekatan dengan taman.

Kepala DLH Karangasem, Gde Ngurah Yudiantara mengatakan, petugas menyiram tanaman sejak adanya pagu anggaran perubahan.

Pemicunya karena anggaran operasional dikurangi dan tidak cukup hingga akhir tahun 2019.

Pihaknya berjanji akan me-reschedule anggaran lainnya.

"Penyiraman secara manual semenjak ada pagu anggaran perubahan. Semoga bisa diatasi," ungkap Gede Ngurah Yudiantara, mantan Kadis Koperasi & UMKM Karangasem.

Halaman
12
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved