Terkumpul Rp 153 Juta, Uang ‘Celengan’ Pemprov Bali Diserahkan ke LKS

Program bantuan ‘celengan’ ini rutin dilaksanakan sejak tahun 2015, yang bertujuan memberikan donasi kepada yang memang membutuhkan

Terkumpul Rp 153 Juta, Uang ‘Celengan’ Pemprov Bali Diserahkan ke LKS
Tribun Bali/Wema Satyadinata
Serahkan Sumbangan - Suasana penyerahan sumbangan dari ‘celengan’ Pemprov Bali kepada pengelola LKS se Bali di Yayasan Tat Twam Asi Denpasar, Bali, Rabu (2/10/2019). Terkumpul Rp 153 Juta, Uang ‘Celengan’ Pemprov Bali Diserahkan ke LKS 

Terkumpul Rp 153 Juta, Uang ‘Celengan’ Pemprov Bali Diserahkan ke LKS

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pada Peringatan HUT Provinsi Bali bulan Agustus lalu, setiap PNS di lingkungan Pemprov Bali diberi kesempatan berdonasi.

Untuk itu, di setiap OPD disediakan 'celengan' yang dapat diisi oleh para PNS, kemudian setelah satu tahun bertepatan dengan HUT Pemprov Bali, celengan itu dibuka dan disumbangkan ke Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS)

Sekretaris daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra menjelaskan, setelah celengan itu dipecahkan seusai melaksanakan upacara bendera, adapun uang yang berhasil dikumpulkan Rp 153 juta.

“Pertanyaannya, untuk apa uang itu? Ya harus diberikan kepada pihak-pihak yang membutuhkan,” kata Dewa Indra usai menyerahkan sumbangan kepada pengelola LKS se Bali di Yayasan Tat Twam Asi Denpasar, Rabu (2/10/2019).

Menurut Dewa Indra, yang berhak menerimanya adalah para penyandang disabilitas dan anak-anak yang berada di panti asuhan.

“Karena itu saya berikan arahan kepada Kadis Sosial untuk melakukan invetarisasi yayasan-yayasan kesejahteraan sosial, seperti yayasan yatim piatu, yayasan anak, yayasan ODGJ, yayasan kanker dan sebagainya. Ternyata setelah diinvetarisasi jumlahnya banyak,” tuturnya.

Dari jumlah uang Rp 153 juta yang dibagikan, hasilnya masing-masing yayasan mendapat Rp 5 juta.

“Saya paham Rp 5 juta itu nilainya sangat kecil, tetapi sebagai bentuk kepedulian kita berikan pada mereka. Mudah-mudahan tahun depan bisa kita tingkatkan,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali, Dewa Gede Mahendra Putra mengatakan program bantuan ‘celengan’ ini rutin dilaksanakan sejak tahun 2015.

Syaratnya, LKS penerima bantuan harus terdata secara hukum dan memiliki izin dari Kementerian Sosial.

Saat ini, kata dia, terdapat sekitar 3 ribu LKS yang sudah terdata di Provinsi Bali.

“Uangnya bisa digunakan untuk pemberdayaan panti itu sendiri, seperti membeli beras, membayar SPP dan lain-lain,” kata mantan Kabiro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali ini. 

Adapun yayasan penerima bantuan antara lain Yayasan Sehati Bali (autis), Peduli Kanker Anak Bali, Sunya Giri, Semara Putra (disabilitas), Fajar dua, Dharma Widya Kumara, Tulus Darma Wiarta (ODGJ), Tat Twam Asi, Sayangi Bali dan sebagainya.

(*)

Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved