64 Pengungsi Wamena Transit di Lanud I Gusti Ngurah Rai

Dari pantauan tribunbali.com, mereka hanya membawa pakaian yang dikenakannya tanpa bisa menyelamatkan harta benda lainnya

64 Pengungsi Wamena Transit di Lanud I Gusti Ngurah Rai
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Seorang anak tengah diperiksa kesehatannya oleh petugas saat transit di Lanud I Gusti Ngurah Rai 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pesawat C130 Hercules Skadron 31 Lanud Halim Perdana Kusuma yang membawa 64 pengungsi baik dewasa dan anak-anak dari Wamena Papua tiba di Baseops Lanud I Gusti Ngurah Rai Bali, Kamis (3/10/2019) pukul 11.37 Wita.

Mereka transit Lanud I Gusti Ngurah Rai Bali sebelum melanjutkan perjalanan ke Semarang dan Jakarta.

Setibanya di Baseops disambut Komandan Lanud (Danlanud) Kolonel Pnb Wibowo Cahyono Soekadi beserta Ketua Pia Ardhya Garini Cabang 5/ Daerah II Lanud I Gusti Ngurah Rai, Indah Wibowo Cahyono Soekadi dan personel lainnya.

Mereka pun diarahkan langsung ke ruang transit Baseops untuk beristirahat sejenak serta makan siang yang sudah disiapkan.

Kebakaran Lahan Tidak Jauh dari Pemukiman Warga, Api Hanguskan Lahan Alang-Alang

Polres Badung Amankan 6.510 Pil Koplo dari Tangan Koirudin

“Selain dewasa, ada juga anak-anak tadi yang ikut. Kondisi anak-anak tadi cukup baik dan sehat namun memang ada yang demam serta flu mungkin karena perubahan cuaca dari tempat satu ke tempat lainnya. Tapi tadi dokter dari kita sudah memeriksa dan memberikan obat,” imbuh Indah Wibowo.

Ia menambahkan, sebagai bentuk perhatian lebih kepada mereka, selain paket makan siang juga diberikan diapers bagi balita, snack dan obat-obatan untuk yang membutuhkan.

Sementara itu, Kapentak Lanud I Gusti Ngurah Rai Bali, Kapten Sus Kusdani mewakili Danlanud menyampaikan Pesawat Hercules yang mengangkut pengungsi Wamena berangkat dari Timika-Ambon-Makassar-Bali- Jakarta-Bandung.

 
“Ada lima orang pengungsi dari Wamena turun di Bali karena mereka berasal dari Situbondo dan Lumajang. Memilih turun di sini karena lebih dekat melanjutkan perjalanan ke sana melalui jalur darat,” jelas Kapten Sus Kusdani.

Wayan Budiana Dapat Sabu dari Lapas Kerobokan, Transaksi dengan Cara Tempel

Siswa SMP Meninggal Setelah Dihukum Lari Keliling Lapangan Sekolah

Setibanya di Lanud Halim Perdana Kusuma, mereka akan diterbangkan kembali ke daerah asalnya seperti Padang dan lainnya.

Alasan transit di Bali sendiri karena memang pesawat C130 Hercules tidak dapat terbang non stop Wamena-Jakarta seperti pesawat komersil, selain itu juga ada beberapa pengungsi yang asli Ambon, Makassar, dan lainnya.

Selama transit selain pilot dan pengungsi beristirahat sejenak kurang lebih 30 menit, pesawat juga dilakukan pengisian bahan bakar avtur.

Genap Berusia Dua Tahun, Akseleran Tumbuh 208 Persen di Q3 2019

Dari pantauan tribunbali.com, mereka hanya membawa pakaian yang dikenakannya tanpa bisa menyelamatkan harta benda lainnya karena waktu kerusuhan habis di rusak dan di bakar massa.

 
Raut wajah lelah, cemas dan sedih terlihat terpancar dari mereka selama beristirahat. Sebagian terlihat juga mengabari sanak saudaranya bahwa mereka tengah transit di Bali.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved