Bayi Kembar Siam Asal Buleleng Sudah Diberi Nama, Sang Ayah Jualan Canang untuk Biaya Hidup

Orangtua bayi kembar siam asal Buleleng memilih indekos di Kota Denpasar agar bisa menemani sang buah hati

Bayi Kembar Siam Asal Buleleng Sudah Diberi Nama, Sang Ayah Jualan Canang untuk Biaya Hidup
Dokumentasi Humas RSUP Sanglah
Orangtua bayi kembar siam, Kadek Redita (24) dan Putu Ayu Sumadi (18) sedang menjaga buah hati mereka di Ruang NICU RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Rabu (2/10/2019). Bayi Kembar Siam Asal Buleleng Sudah Diberi Nama, Sang Ayah Jualan Canang untuk Biaya Hidup 

Bayi Kembar Siam Asal Buleleng Sudah Diberi Nama, Sang Ayah Jualan Canang untuk Biaya Hidup

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bayi kembar siam asal Buleleng itu dalam kondisi stabil. 

Tim dokter RSUP  Sanglah masih menunggu rekomendasi dari tim bedah  RSUD Dr Soetomo Surabaya untuk tindakan lebih lanjut yaitu operasi pemisahan.

Masih ingat bayi kembar siam asal Buleleng?

Bayi perempuan itu telah menjalani perawatan selama 90 hari  di ruang NICU RSUP Sanglah Denpasar.

Demi mendampingi buah hati mereka selama di rumah sakit itu, orangtua bayi kembar, pasangan Kadek Redita (24) dan Putu Ayu Sumadi (18) meninggalkan kampung halaman dan memilih indekos di Kota Denpasar.

Untuk biaya hidup sehari-hari di Denpasar, pasangan suami istri asal Banjar Dinas Kajanan, Desa Joanyar, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali ini berjualan canang.

Bantuan dana dari berbagai pihak memang ada, namun Kadek Redita tidak diam begitu saja. 

Sebagai kepala keluarga, ia berjualan canang untuk tambah penghasilan.

"Dulu numpang di (rumah) kakak, tapi sekarang sudah ngekos (indekos) sendiri di Pedungan. Di sini sambil jualan canang di kantin Wangaya. Dulu berdua sama istri, sekarang saya saja," kata Redita.

Halaman
1234
Penulis: M. Firdian Sani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved