BREAKING NEWS: Wakil Bendesa Adat Wangaya Kelod Dikeroyok 18 Orang, Diduga Pelaku Anggota Ormas

BREAKING NEWS: Wakil Bendesa Adat Wangaya Kelod Dikeroyok 18 Orang, Diduga Pelaku Anggota Ormas

BREAKING NEWS: Wakil Bendesa Adat Wangaya Kelod Dikeroyok 18 Orang, Diduga Pelaku Anggota Ormas
DOK PRIBADI
BREAKING NEWS: Wakil Bendesa Adat Wangaya Kelod Dikeroyok 18 Orang, Diduga Pelaku Anggota Ormas 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Wakil Bendesa Adat Banjar Wangaya Kelod, Denpasar, Bagus Kertha Negara (49) dikeroyok 18 orang.

18 orang tersebut diketahui adalah anggota ormas.

Saat dihubungi Wakil Bendesa Adat di Banjar Wangaya Kelod, Bagus Kertha Negara (49) menjelaskan peristiwa itu berlangsung di gang 4a/4, selatan Balai Banjar Wangaya Klod Jalan Kartini Denpasar, pada Selasa (1/10/2019) sekitar pukul 18.30 wita.

Istri dan Sahabat Tak Bertegur Sapa, Suami Naik Darah Lalu Aniaya Sang Istri, Opname 6 Bulan

Awalnya, dirinya dikeroyok terduga pelaku bernama Pande Naya (46) dan anaknya bersama beberapa rekan lain yang diduga sekelompok anggota ormas.

"Kejadian ini berawal saat saya menghadiri lomba desa anak-anak muda di Balai Banjar Wangaya Klod yang dihadiri oleh Walikota Denpasar IB Rai Mantra juga. Mereka jumlahnya mencapai 18 orang, saya bingung, tiba-tiba diserang secara membabi buta," ungkap Bagus.

Akibat pengeroyokan itu, Bagus menerima beberapa luka lebam.

Tubuh Keponakan Penuh Luka Bakar, Luh Nami: Pagi Tadi Saya Mimpi Ditelepon dari Rumah Sakit

"Saya mengalami luka lebam pada pelipis bagian kiri, kepala bagian kanan benjol, pangkal lengan kanan terasa sakit dan baju yang dipakai korban di robek. Paling parah di bagian kepala. Untung kemarin sudah diurut, tetapi sekarang masih terasa sakit. Ada yang mukul pakai tangan kosong dan ada yang mukul pakai kayu," ujarnya, Kamis (3/10/2019)

Setelah dikeroyok Handphone milik Wakil Bendesa yang merangkap Sekretaris Banjar Wangaya Klod ini juga dirampas oleh sekelompok ormas

"Saat itu, saya mendengar teriakan dari terduga pelaku, Pande Naya yang mengatakan ‘dimana Bagus Kertha Negara’ sambil parkir mobilnya. Usai parkir, mobil hartop milik terduga pelaku yang di parkir di selatan Balai Banjar, Pande Naya bersama seorang anak laki dan seorang anak cewek menghampiri dan langsung menyerang.

Anaknya yang laki langsung pukul menonjok di bagian wajah. Kemudian Pande Naya ikut memukul dan anaknya perempuan jambak rambut saya. Setelah itu, datang lima belas orang anggota ormas dan menghajarnya secara membabi buta," ujarnya

Halaman
12
Penulis: Rino Gale
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved