Jembrana Diprediksi Diguyur Hujan Bulan November, Kekeringan Teratasi tapi Ada yang Harus Diwaspadai

Hujan diprediksi baru akan turun bulan November, meski membawa berkah, Stasiun Klimatologi Jembrana mengingatkan potensi bahaya ini

Jembrana Diprediksi Diguyur Hujan Bulan November, Kekeringan Teratasi tapi Ada yang Harus Diwaspadai
Tribun Bali/Made Ardhiangga
Ibu Tarmi dan Ibu Dersi mengangkut air, Senin (16/9/2019). Sejak dua pekan ini, warga Banjar Pendem, Desa Manistutu, Jembrana, mengalami kekeringan. Jembrana Diprediksi Diguyur Hujan Bulan November, Kekeringan Teratasi tapi Ada yang Harus Diwaspadai 

Jembrana Diprediksi Diguyur Hujan Bulan November, Kekeringan Teratasi tapi Ada yang Harus Diwaspadai

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Kekeringan tak hanya terjadi di wilayah Karangasem.

Untuk di Jembrana, diprediksi guyuran hujan akan turun bulan ini.

Hanya saja hujan tidak merata.

Hujan hanya turun di daerah seperti di Kecamatan Mendoyo dan Pekutatan serta kawasan bukit atau daerah tinggi.

"Hanya beberapa daerah saja (hujan). Kalau menyeluruh, kemungkinan November," ujar Kepala Stasiun Klimatologi Jembrana, Rahmat Triyono.

Kecamatan Melaya akan menjadi wialayah yang paling terakhir diguyur hujan.

Kekeringan terjadi di beberapa daerah di kecamatan tersebut.

Curah hujan di November dipastikan akan cukup tinggi sehingga kekeringan akan teratasi.

Dengan turunnya hujan yang tinggi, sambungnya, memang tidak serta merta menjadi sebuah berkah.

Halaman
12
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved