Kemarau Panjang, 5 Bulan Warga Seraya Timur Tak Bisa Berkebun, Berharap Hujan Segera Turun

Lahan warga di Seraya Timur mengalami kekeringan sejak empat bulan lalu, yang menyebabkan warga tidak bisa bercocok tanam

Kemarau Panjang, 5 Bulan Warga Seraya Timur Tak Bisa Berkebun, Berharap Hujan Segera Turun
Tribun Bali/Saiful Rohim
KEKERINGAN - Warga Banjar Tanah Barak harus naik turun perbukitan untuk mencari air bersih, Selasa (1/10/2019). Kemarau Panjang, 5 Bulan Warga Seraya Timur Tak Bisa Berkebun, Berharap Hujan Segera Turun 

Kemarau Panjang, 5 Bulan Warga Seraya Timur Tak Bisa Berkebun, Berharap Hujan Segera Turun

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Lahan warga di Seraya Timur, Kecamatan Karangasem, Karangasem, Bali, mengalami kekeringan sejak empat  bulan lalu.

Warga tidak bisa bercocok tanam karena kesulitan memperoleh air.

Lahan perkebunan pun tidak ditanami.

Kepala Dusun Tanah Barak, Made Putra mengatakan, sebelum musim kemarau, sebagian warga menanam jagung.

Sejak bulan Juni 2019, mereka tidak bisa bercocok tanam.

Sebagian besar kini menganggur sembari berharap hujan segera turun.

"Warga di Tanah Barak rata - rata bekerja jadi petani jagung. Saat kemarau otomatis mereka menganggur karena tak ada air untuk sirami tanaman. Kemarau sekarang lumayan panjang," kata Made Putra, Rabu (2/10/2019).

Beberapa warga juga mencari pekerjaan lain seperti menjadi buruh bangunan.

Ini terpaksa mereka lakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Halaman
12
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved