Mengapa Tanah Pura di Bangli Bisa Lolos menjadi Agunan? Begini Penjelasan Pihak Bank

Pertanyaan ini mengemuka seiring munculnya kasus lahan Pura Pucak Gegelang di Bangli yang menjadi objek lelang.

Mengapa Tanah Pura di Bangli Bisa Lolos menjadi Agunan? Begini Penjelasan Pihak Bank
Tribun Bali/Fredey Mercury
Infografis hasil kesepakatan pertemuan terkait kasus pelelangan Pura Pucak Gegelang di Banjar Galiran, Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - KENAPA tanah pura bisa lolos menjadi agunan/jaminan pinjaman?

Pertanyaan ini mengemuka seiring munculnya kasus lahan Pura Pucak Gegelang di Bangli yang menjadi objek lelang.

Seharusnya pihak bank melakukan penelitian dulu sebelum menyetujui pengajuan kredit.

Dalam pertemuan di Sekretariat PHDI Bangli, Kamis (3/10/2019) kemarin, direksi PT BPR Kerta Warga Tabanan mengaku tidak tahu awal mula tanah serta pura tersebut bisa lolos sebagai agunan.

Alasannya, jajaran direksi baru bertugas setahun atau sejak 2018.

Sedangkan proses peminjaman itu terjadi tahun 2015. Dan orang-orang yang terlibat memproses peminjaman pada tahun 2015 itu kini sudah tidak ada di bank tersebut.

“Terus terang kami ini hanya melanjutkan. Sebab kami baru setahun menjadi direksi. Sedangkan pinjaman ini sudah sejak tiga tahun lalu,” ujar Direktur Utama BPR Kerta Warga, Ida Ayu Julianti, saat dikonfirmasi usai pertemuan, Kamis (3/10/2019).

Akhirnya Pura Pucak Gegelang di Bangli Batal Dilelang, Pihak Bank Sepakat Hibahkan ke Pengempon

Disebutkan, pinjaman yang besar juga menjadi salah satu penyebab pihaknya melakukan pelelangan.

Berdasarkan pengumuman lelangnya, tanah seluas 79,40 m2 ini memiliki nilai jaminan Rp 200 juta.

“Besaran pinjaman juga lumayan (besar). Karena jika di bawah Rp 100 juta, tidak mungkin sampai seperti ini. Pembinaan yang dilakukan karena ada jaminan, tapi kenapa tidak ditindaklanjuti. Sebab yang kita salurkan adalah dana masyarakat. Tidak mungkin dong dari pihak bank akan menunda bayar bunga, bayar nasabah yang menarik tabungan. Di satu sisi ini jeblok, tidak bisa diapa-apakan, tidak bisa ditagih,” terangnya.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved