Terbatas Lahan, Kendaraan Operasional BPBD Tabanan Parkir di Bahu Jalan

Hingga saat ini BPBD Tabanan belum mempunyai lahan parkir yang memadai sehingga harus menggunakan bahu jalan.

Terbatas Lahan, Kendaraan Operasional BPBD Tabanan Parkir di Bahu Jalan
Tribun Bali/Made Prasetia Aryawan
Sejumlah kendaraan operasional Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan tampak parkir di Jalan Gatot Subroto Tabanan, Kamis (3/10/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Sejumlah kendaraan operasional Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan tampak parkir di Jalan Gatot Subroto Tabanan, Kamis (3/10/2019).

Hingga saat ini mereka belum mempunyai lahan parkir yang memadai sehingga harus menggunakan bahu jalan.

Komisi IV DPRD Tabanan pun menyarankan agar lokasi kantor BPBD Tabanan ditukar guling dengan Kantor Kesbangpolimas yang memiliki lokasi memadai.

“Iya kami terpaksa menggunakan badan jalan karena lahan parkir belum ada. Tapi kami sudah meminta permakluman kepada pihak kepolisian untuk menggunakan badan jalan sementara,” ujar Kepala BPBD Tabanan, I Gusti Ngurah Made Sucita, Kamis (3/10/2019).

Kini pihaknya sedang berkoordinasi bisa menggunakan salah satu lahan milik Pemkab di wilayah Dajan Peken (sebelah kantor Pemadam Kebakaran Tabanan).

Selain itu, Sucita juga mengungkapkan bahwa sarana prasana yang dimiliki oleh BPBD Tabanan masih belum optimal.

Salah satunya kekurangan alat berat, karena alat berat menjadi hal utama untuk penanganan bencana terutama bencana alam longsor.

Selama ini pihaknya kerap menyewa atau menggunakan pihak ketiga untuk keperluan alat berat.

“Tapi anggaran untuk penyewaan memang ada, kami masih dibantu pihak ketiga. Sudah kami usulkan tapi masih belum bisa terwujud karena memang kondisi keuangan di Tabanan masih belum bisa,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Tabanan, I Made Suarta menyatakan, telah menggelar rapat kerja dengan pihak BPBD Tabanan.

Ada sejumlah point yang disoroti mengenai BPBD, yaitu lokasi kantor BPBD yang masih kurang layak, sarana dan prasarana masih belum memadai, masih kurang layaknya untuk gaji pegawai non-PNS di kantor BPBD yang hanya mendapat upah Rp 1,450 juta padahal beban kerja pegawainya menggunakan kerja shift.

“Tapi untuk kebutuhan dana sudah mendapatkan tambahan dana lagi Rp 300 juta di tahun Anggaran 2020,” ujar Suarta. (*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved