Tertawa Saat Sedih, Kondisi pada Karakter Joker Ternyata Bukan Fiksi

Film Joker akhirnya tayang di bioskop Indonesia. Dalam film tersebut, karakter Arthur yang digambarkan memiliki kondisi yang membuatnya tertawa saat

Tertawa Saat Sedih, Kondisi pada Karakter Joker Ternyata Bukan Fiksi
IMDb
Salah satu adegan dalam film Joker. 

Penyebab

Para ilmuwan meyakini bahwa PBA dapat terjadi akibat kerusakan pada korteks prefrontal atau area otak yang membantu mengendalikan emosi.

Selain itu, PBA juga bisa terjadi karena perubahan bahan kimia otak yang terkait dengan depresi dan hiper mood (mania).

Cedera atau penyakit yang dapat mempengaruhi otak juga bisa menjadi pemicu PBA.

Bahkan, ada sekitar setengah dari orang yang terserang stroke mengalami PBA.

Serta, kondisi penyakit atau kelainan di otak seperti tumor otak, demensia, sklerosis multiple (MS), amyotrophic lateral sclerosis (ALS), dan penyakit parkinson dapat dikaitkan dengan PBA tersebut.

Soal SMPN 10 Denpasar, Dispora Nyatakan Sekolah Tidak Boleh Mengadakan Pungutan

Pinjam Buku Online Bisa Dibaca Offline, Pustaka Gita Bisa Jadi Referensi Belajar Siswa di Badung

Diagnosis

Jika Anda atau seseorang di sekitar Anda banyak menangis atau tertawa tanpa diketahui apa sebabnya, maka perlu melakukan diagnosis atau setidaknya konsultasi dengan dokter.

Memang pada dasarnya, PBA sulit untuk didiagnosis karena kemiripan ekspresi dengan depresi atau gangguan mood lainnya.

Namun, Anda bisa meminimalisasi kesalahan diagnosis dnegan mengomunikasikan secara detail mengenai gejala yang dialami dan berapa lama sudah terjadi kepada dokter.

Halaman
1234
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved