Tertawa Saat Sedih, Kondisi pada Karakter Joker Ternyata Bukan Fiksi

Film Joker akhirnya tayang di bioskop Indonesia. Dalam film tersebut, karakter Arthur yang digambarkan memiliki kondisi yang membuatnya tertawa saat

Tertawa Saat Sedih, Kondisi pada Karakter Joker Ternyata Bukan Fiksi
IMDb
Salah satu adegan dalam film Joker. 

Jika perlu, buatlah catatan harian tentang kapan dan berapa lama Anda mengalami gejala-gejala tersebut.

Hal itu akan membantu dokter untuk tidak perlu melakukan tes untuk mendiagnosis PBA kembali pada jenjang konsultasi.

Untuk membedakan PBA dengan epilepsi yang gejalanya hampir serupa, dokter mungkin akan melakukan electroencephalog (EEG), atau tes tanpa rasa sakit yang melacak gelombang otak Anda.

Atau Anda juga bisa melakukan diagnosis dengan menjawab dua jenis kuesioner berikut yang dapat menentukan apakah tertawa dan menangis yang Anda alami merupakan tanda-tanda dari PBA.

Skala tertawa dan menangis patologis (PLACS)

Bisa Dipenjara, Jangan Membawa Pulang Pasir dan Karang dari Pulau Komodo

Pembuktian Diri dalam Derbi Denpasar, Perseden vs Putra Tresna di Babak Semifinal Liga III Bali

Pada kuesioner ini, dokter akan mengajukan pertanyaan kepada Anda tentang tertawa dan menangis yang Anda alami, misalnya berapa lama Anda mengalami itu ketika terjadi, apakah ada kaitannya tertawa dan menangis yang Anda alami dengan suasana hati atau mood dan situasi sosial saat itu, serta mengenai seberapa besar perasaan kesusahan yang Anda rasakan setelahnya.

Pusat studi kelayakan-skala neurologis (CNS-LS)

Anda diminta menjawab pertanyaan tentang gejala-gejala yang Anda alami, seperti seberapa sering gejala itu terjadi, dan bagaimana perasaan Anda.

Misalnya, apakah Anda merasa diri Anda terlalu mudah menangis atau terlalu mudah tertawa.

Pengobatan

Pada penderita PBA, dokter biasanya meresepkan anti-depresan untuk mengendalikan gejala PBA, tetapi hal itu tidak selalu bekerja dengan baik.

Pada 2010, Badan Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat (FDA) menyetujui pemberian dextromethorphan atau quinidine (Nuedexta) sebagai bagian dari terapi obat lini pertama untuk PBA.

Menurut penelitiannya, kedua obat ini dapat membantu mengontrol ledakan tertawa dan menangis pada orang dengan sklerosis ganda dan Amyotrophic lateral sclerosis (ALS).

Hidup bersama PBA

Hidup dengan kondisi PBA tentu tidak mudah.

Namun, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi kecemasan akibat PBA.

Berikut adalah rekomendasi dari National Stroke Association:

Pecahkan Rekor Film Horor Indonesia, Danur 3 Tembus 1 Juta Penonton

Mengapa Tanah Pura di Bangli Bisa Lolos menjadi Agunan? Begini Penjelasan Pihak Bank

Berbicaralah dengan orang-orang di sekitar Anda tentang PBA, kepada keluarga Anda dan orang terkait.

Hal itu akan membantu mencegah rasa terkejut atau bingung ketika gejala PBA itu muncul.

Anda bisa mencoba untuk mengurangi kemungkinan munculnya gejala PBA dengan mengubah posisi duduk atau berdiri ketika ledakan emosi mulai terasa.

Lalu, bernapaslah perlahan dan dalam. Terus lakukan hal ini sampai Anda merasa bisa memegang kendali atas diri Anda sendiri.

Lakukan relaksasi karena kemunculan gejala PBA bisa membuat Anda emosional dan otot tegang. Selalu lakukan relaksasi pada otot bahu dan dahi setelah gejala PBA berakhir. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tertawa Saat Sedih, Kondisi Karakter Joker Namanya PBA dan Bukan Fiksi"

Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved