20 Hektar Sawah di Tabanan Gagal Panen, 621 Hektare Kini Terancam Kekeringan 

Dampak kemarau berkepanjangan, seluas 20 hektare sawah di Kecamatan Tabanan dan Kediri mengalami puso atau gagal panen.

20 Hektar Sawah di Tabanan Gagal Panen, 621 Hektare Kini Terancam Kekeringan 
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Seorang petani menunjukkan sawahnya di wilayah Kecamatan Marga yang mengalami kekeringan dan terancam gagal panen, Jumat (4/10/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Dampak kemarau berkepanjangan, seluas 20 hektare sawah di Kecamatan Tabanan dan Kediri mengalami puso atau gagal panen

Kategori kerusakan puso mencapai 90 persen. Untuk para petani yang mengalami gagal panen, sudah bisa mengambil klaim asuransi jika memang sudah terdaftar sebagai penerima asuransi petani.

Berdasarkan data yang berhasil diperoleh dari Dinas Pertanian, di Kecamatan Tabanan puso terjadi di kawasan Subak Lanyah Wanasara dan Subak Koto Bongan dengan luas 11 hektare.

Kemudian untuk di wilayah Kediri tersebar di Subak Tungkub dan Subak Mundeh seluas sembilan hektare.

Kadek Alan Dilarikan ke RSUD Bangli Karena Tak Sengaja Minum Minyak Tanah

Asuransi Perikanan Belum Sentuh Pembudidaya di Keramba

"Pusonya karena kekurangan air. Ini kerusakan sudah mencapai 90 persen. Usia tanamannya bervariasi dari satu bulan hingga satu setengah bulan," ungkap Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Tabanan, I Wayan Suandra, Jumat (4/10/2019).

Padi yang mengalami puso kebanyakan jenis ciherang dan cigelis. Ia berharap hujan segera turun agar ancaman gagal panen di tempat lain bisa ditekan.

"Kami tak bisa prediksi karena ini alam. Semoga saja segera turun hujan agar nantinya tidak menimbulkan puso di tempat lainnya lagi," harapnya.

Lalu apa solusi untuk petani yang mengalami puso? Suandra menjawab petani bisa mengkalim asuransi bagi yang sudah terdaftar dalam Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dengan nominal mencapai Rp 6 juta.

Namun untuk yang belum masuk AUTP tak memperoleh klaim asuransi.

Bersiap Jadi Tuan Rumah, KONI Badung Evaluasi Cabor Minim Medali Porprov

Sasana Budaya Bangli Rusak Sejak Dua Tahun Lalu, Hingga Kini Belum Ada Perbaikan

"Asuransi mereka bisa klaim nanti jika sudah masuk AUTP. Sedangkan yang belum ikut terpaksa tak mendapat klaimnya. Kami imbau kepada semua petani yang belum ikut dalam asuransi agar segera masuk. Sebab sangat penting terutama untuk peristiwa gagal panen seperti ini," sebutnya.

Halaman
12
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved