Asuransi Perikanan Belum Sentuh Pembudidaya di Keramba

APPIK memiliki banyak peminat, namun program asuransi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan ini belum mencakup pembudidaya ikan di keramba

Asuransi Perikanan Belum Sentuh Pembudidaya di Keramba
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
BELUM TERAKOMODASI - Seorang nelayan menaiki sampan di sekitar keramba jaring apung di Danau Batur, Bangli, Bali, Jumat (4/10/2019). Asuransi Perikanan Belum Sentuh Pembudidaya di Keramba 

Asuransi Perikanan Belum Sentuh Pembudidaya di Keramba

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Asuransi Perikanan bagi Pembudidaya Ikan Kecil (APPIK) memiliki banyak peminat.

Namun program asuransi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan ini belum mencakup pembudidaya ikan di keramba.

Kasi Budidaya Perikanan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli, I Wayan Widana mengungkapkan, program asuransi ini dimulai tahun 2019 ini.

Pelaksanaannya mewadahi pembudidaya ikan air tawar di darat seperti nila dan lele.

“Untuk yang di darat berupa pendederan dan pembesaran. Pendederan adalah upaya budidaya ikan dari bibit dengan panjang 0,9 sampai 1 millimeter menjadi ukuran 7 hingga 9 sentimeter. Dari ukuran tersebut selanjutnya dibesarkan,” katanya, Jumat (4/10/2019).

Antusias para pembudidaya ikan tergolong tinggi untuk mengikuti asuransi ini.

Terlebih dari pihak kementerian juga memberikan subsidi penuh kepada para peserta dari premi sebesar Rp 135 ribu per tahun.

Jumlah klaim yang diperoleh yakni sebesar Rp 4,5 juta.

Sedangkan pengajuan klaim minimal terjadi kematian ikan lebih dari 50 persen dari total populasi.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved