Begini Cara Menangani Hipertensi di Usia Senja Menurut dr. Reny Setya Pratiwi Duarsa, SpPD M.Kes

Hipertensi merupakan tekanan darah tinggi yang kerap menyerang lansia. Tidak bisa dipungkiri bahwa penyakit ini cukup mengganggu jika kambuh.

Begini Cara Menangani Hipertensi di Usia Senja Menurut dr. Reny Setya Pratiwi Duarsa, SpPD M.Kes
Tribun Bali/M. Firdian Sani
dr. Reny Setya Pratiwi Duarsa, SpPD M.Kes saat menjadi narsumber dalam acara seminar yang bertema "Problema Hipertensi Usia Lanjut" di di Marindra Park, Jalan Teuku Umar Nomor 72, Denpasar, Bali, Sabtu (5/10/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hipertensi merupakan tekanan darah tinggi yang kerap menyerang lansia.

Tidak bisa dipungkiri bahwa penyakit ini cukup mengganggu jika kambuh.

dr. Reny Setya Pratiwi Duarsa, SpPD M.Kes mengatakan jika sudah terlanjur terkena hipertensi maka sebaiknya rutin melakukan kontrol agar tahu tensi darah dalam tubuh.

"Darah dengan tensi 140 dan 90 ke atas sudah sebabkan hipertensi, caranya memang harus sering berkonsultasi kepada dokter agar diberikan obat," ujar dia saat ditemui Tribun Bali di Marindra Park, Jalan Teuku Umar Nomor 72, Denpasar, Bali, Sabtu (5/10/2019).

Tubuh sebenarnya bisa dirawat agar tidak gampang hipertensi.

"Olahraga baik untuk hipertensi, selain itu konsumsi susu dan makanan yang sehat, utamakan sayur-sayuran dan buah-buahan dan hindari faktor risiko seperti kelebihan makan daging merah dan menghindari rokok," katanya.

Dengan memiliki pola hidup sehat, maka tentunya kita tidak perlu khawatir dengan hipertensi.

Ia juga mengungkapkan gejala hipertensi ini sulit dilihat bahkan nyaris tanpa gejala.

"Hipertensi kebanyakan tanpa gejala, jika sudah berat baru dia muncul, biasanya pasien datang tanpa keluhan," katanya.

"Susah ya melihatnya tapi kalau mau kepastian segeralah lakukan skrining atau pemeriksan dini, biasanya kita ambil dari urin supaya tahu apakah mengidap hipertensi atau tidak," tambah dia.

Hipertensi ini bisa menyerang organ lain seperti mata, jantung, ginjal, dan otak.

"Target organ dari pada hipertensi adalah pada mata yaitu pendarahan pada retina, kemudia stroke karena pendarahan di otak, bisa juga serangan jantung dan yang ke empat bisa menyebabkan gangguan ginjal juga," jelasnya.

Hipertensi sangat penting untuk dikontrol, supaya bisa menjaga organ yang biasa diserang tadi. (*)

Penulis: M. Firdian Sani
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved