Dihadiri 5.000 Peserta, Pemprov Harapkan Informasi Beasiswa Sampai ke Masyarakat Kelas Bawah

WISH dilaksanakan pertama kali di Komplek Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Jakarta, pada 11 Agustus 2019 dengan nama WISH Forum 2019.

Dihadiri 5.000 Peserta, Pemprov Harapkan Informasi Beasiswa Sampai ke Masyarakat Kelas Bawah
Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Suasana pembukaan WISH Festival 2019 di Ruang Pertunjukan Città Kelangen ISI Denpasar, Sabtu (5/10/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan World Indonesia Scholarship (WISH) dalam mempertemukan para scholarship hunter, awardee, komunitas/organisasi, lembaga penyedia beasiswa, lembaga pendidikan, kedutaan asing dan pemerintah.

Terlebih kegiatan ini dilaksanakan untuk Mendukung ‘Gerakan Nasional Masyarakat Peduli Beasiswa’.

Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Bali, Wayan Sarinah mengatakan Pemprov Bali dengan visi misi Gubernur Bali sekarang, terus mendorong peningkatan kualitas dan akses pendidikan tinggi di Bali.

“Untuk itu, berbagai upaya dilakukan, termasuk dengan bekerja sama dan mendukung  sosialisasi scholarship ini, baik dari Mata Garuda, LPDP dan lainnya supaya bisa dimanfaatkan, dan paling tidak aksesnya bisa diketahui masyarakat,” kata Sarinah usai menghadiri WISH Festival 2019 di Ruang Pertunjukan Città Kelangen ISI Denpasar, Sabtu (5/10/2019).

Kabupaten Tanah Datar Curi Perhatian Masyarakat Bali Dengan Atraksi Menari di Atas Beling

Hasil Indonesia Masters, Pasangan Della/Rizki Lolos ke Final Setelah Tekuk Pasangan China

Menurutnya, dalam acara ini yang terpenting adalah bagaimana menyebarkan informasi kepada generasi muda secara keseluruhan agar mereka mengetahui informasi tentang beasiswa ini.

“Paling tidak yang akan kita lakukan ke depan secara cepat, karena Mata Garuda juga akan membentuk sebuah inovasi yang disebut pojok kreativitas, dan itu bisa memfasilitasi dengan melakukan sosialisasi, seperti dari media, teknologi dan sebagainya,” tuturnya yang pada kesempatan itu mewakili Gubernur Bali.

Sarinah menilai acara ini sangat luar biasa, tetapi yang perlu ditambahkan adalah jaringannya agar sampai ke lapisan masyarakat bawah, atau dapat menyentuh masyarakat ekonomi ‘kelas bawah’.

Karena, lanjut dia, ekonomi menengah ke bawah kalau ingin maju harus mengakses pendidikan tinggi, tetapi masalahnya akses mereka ke hal-hal yang berkaitan dengan teknologi kadang-kadang kurang.

Turunkan 300 Personel ke Papua dan 400 ke Jakarta, TNI/Polri Bali Turut Amankan Pelantikan Presiden

Polda Bali Kirim 700 Pasukan ke Papua dan Jakarta, Jamin Keamanan Bali Jelang Pelantikan Presiden  

Sehingga yang perlu dilakukan adalah bagaimana caranya menjembatani masyarakat yang di bawah bisa mengetahui akses ini.

“Itu yang perlu dilakukan dan harus didorong,” imbuhnya.

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved