Hari ini Menag Lukman Hakim Saksikan Pentahbisan Mgr. Ignatius Suharyo Sebagai Kardinal di Vatikan

Perhatian Lukman Hakim semakin serius ketika menyadari bahwa Kapel Sistina, yang dinamai oleh Paus Sixtus IV, merupakan tempat sakral di mana

Hari ini Menag Lukman Hakim Saksikan Pentahbisan Mgr. Ignatius Suharyo Sebagai Kardinal di Vatikan
FOTO KIRIMAN MARKUS SOLO, SVD
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kanan) bersama Pastor Markus Solo Kewuta, SVD, dari Dewan Kepausan Untuk Hubungan Antar Agama di Vatikan, Kamis (3/10/2019). 

Hari ini Menag Lukman Hakim Saksikan Pentahbisan Mgr. Ignatius Suharyo Sebagai Kardinal di Vatikan

TRIBUN-BALI.COM, VATIKAN - Menteri Agama (Menag) RI, Lukman Hakim Saifuddin duduk lama diam termenung di Kapel Sistina yang terletak di dalam lingkungan Istana Kepausan Vatikan, Kamis (3/10/2019).

Sambil mendengar penjelasan Lukman Hakim Saifuddin tidak berhenti melihat ke atas langit-langit kapel tersebut. Lukisan-lukisan di langit-langit kapel Sistina itu berkisah tentang penciptaan hingga kisah Nabi Nuh dan juga pengadilan terakhir.

 Kapel ini terkenal karena arsitekturnya yang tampak melahirkan kembali Bait Salomo dari zaman Perjanjian Lama, dan akan dekorasinya yang seluruhnya dihias oleh seniman-seniman besar era Renaissance seperti Michelangelo, Raphael, dan Sandro Botticelli.

 Perhatian Lukman Hakim semakin serius ketika menyadari bahwa Kapel Sistina, yang dinamai oleh Paus Sixtus IV, merupakan tempat sakral di mana konklaf diadakan.

Konklaf adalah tata cara yang telah mentradisi ribuan tahun untuk memilih paus baru sebagai pimpinan tertinggi Gereja Katolik sedunia.

Kisah Mendebarkan 13 Pendaki Terjebak dalam Kebakaran di Gunung Raung, Sam Pandu 7 Pendaki Singapura

Ramalan Zodiak Keuangan Hari Ini: Proyek Penting Berjalan Mulus, Libra Akan Mendapatkan Hasilnya

 Ketika konklaf diadakan, mata masyarakat dunia senantiasa tertuju pada cerobong yang terletak di atas kapel ini sebagai penanda proses pemilihan paus.

Jika asap hitam keluar dari cerobong tersebut, itu pertanda belum ada Paus yang terpilih. Namun jika Paus baru terpilih, cerobong akan mengeluarkan asap putih.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kedua dari kanan) bersama Pastor Markus Solo Kewuta, SVD, dari Dewan Kepausan Untuk Hubungan Antar Agama di Vatikan, Kamis (3/10/2019).
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kedua dari kanan) bersama Pastor Markus Solo Kewuta, SVD, dari Dewan Kepausan Untuk Hubungan Antar Agama di Vatikan, Kamis (3/10/2019). (FOTO KIRIMAN MARKUS SOLO, SVD)

Yang menarik adalah, ketika konklaf diadakan, para kardinal yang berhak memilih dan dipilih sebagai paus akan memutuskan hubungan dengan dunia luar.

 Demikian secuil kisah Pastor Markus Solo Kewuta, SVD, dari Dewan Kepausan Untuk Hubungan Antar Agama, saat dirinya mendampingi Lukman Hakim berkeliling museum Vatikan yang berakhir di Kapel Sistina, Kamis (2/10/2019).

Kisah Pastor Markus Solo itu diterima Tribun Bali, Sabtu (5/10/2019).

Halaman
12
Penulis: DionDBPutra
Editor: DionDBPutra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved