Kemarau Panjang, Ternak Warga di Seraya Karangasem Terpaksa Diberi Makan Sengauk

Sapi penduduk di Seraya Tengah dan Seraya Timur, Kecamatan Karangasem, Karangasem, Bali, terpaksa diberi makan sengaok

Kemarau Panjang, Ternak Warga di Seraya Karangasem Terpaksa Diberi Makan Sengauk
Tribun Bali/Saiful Rohim
Warga di Seraya Timur terpaksa memberi makan ternaknya sengaok (rumput kering), Selasa (1/10/2019) kemarin. Warga terpaksa beri makan sengaok karena tak ada makanan lainnya. Kemarau Panjang, Ternak Warga di Seraya Karangasem Terpaksa Diberi Makan Sengauk 

Kemarau Panjang, Ternak Warga di Seraya Karangasem Terpaksa Diberi Makan Sengauk

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Sapi penduduk di Seraya Tengah dan Seraya Timur, Kecamatan Karangasem, Karangasem, Bali, terpaksa diberi makan sengauk (rumput kering) karena kemarau panjang.

Kondisi ini terjadi sejak empat bulan lalu, tepatnya Juni 2019 lalu hingga kemarin.

Ni Ketut Mastri, peternak sapi asal Seraya Timur mengatakan, warga Seraya Tengah dan Seraya Timur terpaksa memberi makan sapi dengan sengauk karena kemarau menyebabkan rumput mati mengering.

Tidak hanya rumput, tumbuhan lain di Seraya juga tidak mendapat asupan air karena kemarau panjang.

Sengauk ini pun merupakan rumput yang disimpan sejak tahun lalu.

Warga memang sengaja menyimpan rumput untuk mengantisipasi kekeringan, terutama di musim kemarau seperti sekarang.

"Warga terpaksa memberi makan sengauk. Timbang mati, mending diberi makanan sengauk. Makanya banyak ternak warga di Desa Seraya Timur serta Seraya Tengah yang kondisinya kurus," kata Ni Ketut Mastri, Jumat (4/10/2019).

Sedangkan untuk minum, ternak biasanya diberi minum air bekas.

Warga sangat berharap hujan segera turun, sehingga kebutuhan air sehari-hari bisa terpenuhi.

Halaman
12
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved