Lumpuh dan Tunawicara Mampu Hasilkan Ratusan Lukisan, Kiprah Penyandang Disabilitas di FKB

I Gede Agus Mertayasa ikut berpartisipasi dalam Festival Kesenian Bali (FKB) Penyandang Disabilitas, keterbatasan fisik tak menghalangi kreativitasnya

Lumpuh dan Tunawicara Mampu Hasilkan Ratusan Lukisan, Kiprah Penyandang Disabilitas di FKB
Tribun Bali/M Firdian Sani
Produktif - I Gede Agus Mertayasa (21) didampingi ayahnya, Ketut Sudana di pameran lukisan dalam rangka Festival Kesenian Bali (FKB), di Taman Budaya Bali, Denpasar, Bali, Jumat (4/10/2019). 

Lumpuh dan Tunawicara Mampu Hasilkan Ratusan Lukisan, Kiprah Penyandang Disabilitas di FKB

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kreativitas tak bisa dibatasi oleh keterbatasan fisik.

Meski kedua kakinya lumpuh dan juga tunawicara, I Gede Agus Mertayasa (21) mampu menghasilkan karya seni yang elok.

Dalam Festival Kesenian Bali (FKB) Penyandang Disabilitas yang digelar di Taman Budaya (Art Center) Provinsi Bali di Jalan Nusa Indah, Denpasar, I Gede Agus Mertayasa tak hanya memamerkan lukisannya.

Ia juga memajang kaos hasil karyanya.

FKB Penyandang Disabilitas yang digelar mulai Jumat (4/10/2019) itu merupakan bagian dari upaya pemajuan bidang kebudayaan.

Bahwa meskipun hidup dengan keterbatasan, para penyandang disabilitas mampu menorehkan berbagai prestasi.

FKB pun memberi ruang seluas-luasnya bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan hasil karya mereka kepada masyarakat luas.

Menurut ayah Agus Mertayasa, Ketut Sudana, anak pertamanya itu mengenal dunia melukis pada 2014.

Hingga kini sudah ada ratusan lukisan yang dibuat Agus.

Halaman
1234
Penulis: M. Firdian Sani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved