Masak Kabupaten Kaya Nyekik Rakyat, Peraturan tentang Rumah Kos Dinilai Tumpang Tindih

“Kalau seperti ini sama saja rugi. Masak Kabupaten kaya nyekek rakyatnya,” jelasnya sembari mengatakan pendapatan yang akan diterima pemerintah besar

Masak Kabupaten Kaya Nyekik Rakyat, Peraturan tentang Rumah Kos Dinilai Tumpang Tindih
Ilustrasi/pixabay.com
Ilustrasi rumah kos. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Perbup Badung nomor 35 tahun 2019 Tentang Tata Cara Permohonan, Pendaftaran Kembali dan Penyesuaian Izin Pengelolaan Rumah Kos dinilai tumpang tindih.

Pasalnya, penataan rumah kos pun telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) tahun 2011 tentang pemungutan pajak untuk rumah kos.

Pada Perda Badung Nomor 15 Tahun 2011 Tentang Pajak Hotel Pasal (1) point 8 tersurat bahwa Hotel adalah fasilitas penyedia jasa penginapan/peristirahatan, termasuk jasa terkait lainnya dengan dipungut bayaran, yang mencakup juga motel, losmen, gubuk wisata, wisma pariwisata, pesanggrahan rumah penginapan dan sejenisnya serta rumah kos dengan jumlah kamar lebih dari 10 (sepuluh).

Sementara pada Perbup Badung Nomor 35 Tahun 2019 Tentang Tata Cara Permohonan, Pendaftaran Kembali dan Penyesuaian Izin Pengelolaan Rumah Kos pada Pasal 1 ayat nomor 10 Pengelolaan Rumah Kos adalah kegiatan atau usaha menyediakan fasilitas rumah kos dengan jumlah kamar paling sedikit 5 kamar paling banyak 15 kamar untuk disewakan kepada penghuni untuk jangka waktu minimal 1 bulan.

Identitas Mayat Perempuan Dalam Karung Terungkap, Orangtua Tak Menyangka Anaknya Bernasib Tragis

Terjangan Angin Robohkan Bale Pasandekan Pura Bangun Sakti

Munculnya peraturan baru itu pun menuai polemik di kalangan masyarakat di Badung.

Terlebih mahasiswa yang kos di Badung juga harus dikenakan pajak.

Selain itu, jika ada batas jumlah kamar yang akan dikenakan pajak, maka memilik kos bisa meminimalisasi kamar kos agar tidak kena pajak.

Beberapa pemilik rumah kos di Badung mengaku peraturan itu belum menjamin masyarakat akan maju.

Salah-satu pemilik kos di wilayah Abiansemal Kabupaten Badung mengaku dengan pengenaan pajak ke pemilik rumah kos, pasti akan banyak yang mengeluh.

Kemarau Panjang, Ternak Warga di Seraya Karangasem Terpaksa Diberi Makan Sengauk

Beringin Keramat Ludes Terbakar, Anehnya Pura Puseh Siangan Tak Tersentuh Api

“Sudah pasti banyak yang nantinya mengeluh karena belum ada sosialisasi, terutama sampai adanya pemungutan pajak,” ungkap salah-satu pemilik kos yang tidak mau namanya disebutkan, Jumat (4/10/2019).

Halaman
123
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved