Penjelasan Arkeolog Soal Banyaknya Harta Karun Kerajaan Sriwijaya di Lokasi Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dusun Serdang Sumatera Selatan membuat manik-manik bahkan emas yang diduga dari Kerajaan Sriwijaya bermunculan

Penjelasan Arkeolog Soal Banyaknya Harta Karun Kerajaan Sriwijaya di Lokasi Karhutla
New york Post via Kompas.com
Ilustrasi koin emas dan perak - Penjelasan Arkeolog Soal Banyaknya Harta Karun Kerajaan Sriwijaya di Lokasi Karhutla 

Penjelasan Arkeolog Soal Banyaknya Harta Karun Kerajaan Sriwijaya di Lokasi Karhutla

TRIBUN-BALI.COM - Penjelasan Arkeolog Soal Banyaknya Harta Karun Kerajaan Sriwijaya di Lokasi Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dusun Serdang, Desa Mara Sungai Jeruju, Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, membuat berbagai macam benda seperti manik-manik bahkan emas yang diduga berasal dari Kerajaan Sriwijaya bermunculan.

Munculnya harta karun tersebut akhirnya membuat warga berbondong-bondong untuk melakukan penggalian secara ilegal, mencari barang berharga lainnya tertutama yang terbuat dari emas.

Hanya menggali dengan kedalaman sekitar 1 meter, warga sudah bisa menemukan perhiasan berupa cincin yang mengandung emas di lokasi tersebut.

Arkelog dari Balai Arkeologi Sumatera Selatan Retno Purwanti mengatakan, fenomena perburuan harta karun tersebut telah berlangsung sejak kurun waktu satu bulan terakhir.

Berbagai macam benda bersejarah yang selama ini terpendam di dalam lahan gambut muncul ke permukaan karena lokasi tersebut terbakar.

Lahan gambut pun menjadi tolak ukur peristiwa sejarah yang bisa dirangkai untuk mencari tahu jejak kerajaan Sriwijaya.

Semakin dalam gambut maka akan semakin lama pula nilai sejarah benda atau perhiasan yang ditemukan.

"Semua perhiasan yang ditemukan warga tersebut berada di dalam gambut. Artinya kemungkinan itu peninggalan dari Sriwijaya, tapi perlu penelitian. Tapi masalahnya, barang tersebut telah banyak dijual warga sehingga menyulitkan kita," kata Retno, Jumat (4/10/2019).

Halaman
1234
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved